Daniel Radcliffe: Saya Cari Peran yang Bikin Takut, Agar Tak Terlena
Baca dalam 60 detik
- Aktor Harry Potter itu secara berkala memilih proyek yang menantang zona nyamannya, seperti pentas tunggal Broadway yang mengandalkan interaksi penonton.
- Baginya, perpaduan antara karakter yang natural dan elemen asing adalah titik manis yang memicu gairah akting.
- Pengalaman unik Every Brilliant Thing membuatnya merasa bebas tampil tanpa bersembunyi, sesuatu yang jarang ia lakukan di kehidupan sehari-hari.

Daniel Radcliffe mengaku sengaja memilih peran-peran yang membuatnya ketakutan—bukan sekadar sensasi, melainkan cara untuk menjaga api kreativitas tetap menyala. Aktor 36 tahun itu menegaskan bahwa kenyamanan berlebihan justru menjadi musuh terbesar dalam kariernya.
Dalam wawancara dengan People, Radcliffe mengungkapkan bahwa setiap beberapa tahun ia merasa perlu melakukan sesuatu yang benar-benar menggetarkan. "Kamu bisa sampai pada fase di mana semuanya terasa terlalu nyaman. Melakukan sesuatu yang kamu takuti akan menyentakmu dari rasa puas diri," katanya. Baginya, titik manis sebuah proyek adalah ketika sebagian karakter terasa sangat natural, namun ada satu elemen yang benar-benar asing dan di luar zona nyaman.
Pernyataan itu muncul setelah ia menyelesaikan pertunjukan Broadway Every Brilliant Thing, sebuah drama tunggal yang justru sangat bergantung pada interaksi dengan penonton. Radcliffe mengaku sebelumnya tidak tertarik pada pertunjukan satu orang, tetapi konsep keterlibatan audiens-lah yang membuatnya berubah pikiran. "Setiap malam, kami sebagai komunitas di teater bersama-sama menciptakan pertunjukan ini. Itu terasa sangat istimewa dan unik," ujarnya.
Sebelum setiap pertunjukan, Radcliffe menghabiskan 30 menit berbincang dengan penonton dan memilih beberapa di antaranya untuk membantunya di atas panggung. Ia menyebut pengalaman itu "membebaskan" karena memungkinkannya berada di ruang penuh orang tanpa berusaha bersembunyi—kebiasaan yang biasanya ia lakukan di kehidupan sehari-hari. "Ada sesuatu yang sangat membebaskan dan menyenangkan bisa berlarian dan merekrut orang untuk pertunjukan. Saya tidak akan pernah bisa melakukan hal seperti ini lagi. Saya akan selamanya bersyukur," tambahnya.
Pendekatan Radcliffe ini bisa menjadi pelajaran bagi industri kreatif Indonesia, di mana banyak aktor cenderung bertahan pada peran yang sama demi keamanan karier. Fenomena typecasting masih lazim terjadi, terutama di sinetron dan film komersial. Namun, beberapa nama seperti Reza Rahadian dan Christine Hakim justru dikenal karena keberanian mereka mengambil peran yang tidak biasa. Radcliffe membuktikan bahwa risiko artistik justru bisa memperpanjang umur karier dan memperkaya pengalaman akting.
Pertanyaan yang muncul kemudian: akankah aktor-aktor Indonesia berani keluar dari zona nyaman mereka seperti Radcliffe? Atau justru tekanan pasar dan rating membuat mereka enggan mengambil risiko? Yang jelas, bagi Radcliffe, rasa takut bukanlah penghalang, melainkan bahan bakar untuk terus berkembang.



