The Witcher 3 Tembus 65 Juta Kopi, CD Projekt Raup Laba Rp400 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Penjualan The Witcher 3: Wild Hunt telah melampaui 65 juta kopi di seluruh dunia, menjadikannya salah satu game terlaris sepanjang masa.
- CD Projekt mencatat pendapatan kuartal I-2026 sebesar โฌ45,2 juta, didorong oleh penjualan game flagship dan kehadiran di layanan berlangganan seperti Xbox Game Pass.
- Studio Polandia itu kini mempekerjakan 975 orang, dengan mayoritas pengembang fokus pada The Witcher 4 dan Cyberpunk 2.

Lebih dari satu dekade setelah dirilis, The Witcher 3: Wild Hunt masih menjadi mesin uang bagi CD Projekt. Studio asal Polandia itu mengumumkan bahwa gim open-world bertema fantasi tersebut telah terjual lebih dari 65 juta kopi di seluruh dunia, memperkuat posisinya di jajaran gim terlaris sepanjang masa.
Angka tersebut diungkapkan bersamaan dengan laporan keuangan kuartal pertama 2026. CD Projekt membukukan pendapatan sekitar โฌ45,2 juta (sekitar Rp800 miliar) dengan laba bersih konsolidasi mencapai โฌ25 juta (sekitar Rp440 miliar). Pendapatan ini ditopang oleh penjualan gim-gim andalan serta kehadiran judul-judul CD Projekt di layanan berlangganan seperti Xbox Game Pass.
Pencapaian ini menegaskan daya tahan The Witcher 3 di pasar yang kian kompetitif. Dirilis pada Mei 2015, gim ini kini menempati peringkat kedelapan dalam daftar gim terlaris sepanjang masa. Dengan tambahan konten baru berupa ekspansi Songs of the Past yang dijadwalkan rilis pada 2027, CD Projekt tampaknya masih akan menuai keuntungan dari waralaba ini dalam beberapa tahun ke depan.
CD Projekt juga memberikan gambaran tentang alokasi sumber daya manusianya. Hingga akhir kuartal pertama, total karyawan mencapai 975 orang, bertambah 42 dari kuartal sebelumnya. Sebanyak 513 pengembang kini bekerja pada The Witcher 4, sementara 163 orang menggarap Cyberpunk 2. Proyek lain seperti Project Sirius (gim multipemain) dan Project Hadar (waralaba baru) masing-masing melibatkan 83 dan 24 pengembang. Sisanya, 173 karyawan, mendukung layanan internal dan 19 orang lainnya berada di divisi non-inti.
Bagi penggemar gim di Indonesia, pencapaian ini menegaskan bahwa The Witcher 3 tetap menjadi tolok ukur kualitas gim AAA. Dengan harga yang kerap diskon di platform digital, gim ini masih menjadi pilihan populer di kalangan gamer Tanah Air. Kehadiran ekspansi baru juga berpotensi meningkatkan minat terhadap seri ini, terutama dengan The Witcher 4 yang tengah dalam pengembangan.
Ke depan, CD Projekt perlu menjaga momentum dengan merilis gim-gim baru tepat waktu. Pertanyaan yang muncul: mampukah The Witcher 4 menyamai kesuksesan pendahulunya, atau justru akan menghadapi tantangan ekspektasi yang terlalu tinggi?



