Suki Waterhouse: Punya Anak Bikin Hubungan dengan Robert Pattinson Terasa Baru
Baca dalam 60 detik
- Suki Waterhouse mengaku hubungannya dengan Robert Pattinson seperti memulai lembaran baru setelah melewati masa sulit pasca-kelahiran anak pertama.
- Pasangan yang bertunangan Desember 2023 ini memilih merahasiakan kehidupan putri mereka demi keamanan dan kebebasan sang anak di masa depan.
- Robert Pattinson, yang dulu tidak terlalu suka anak-anak, kini mengaku perubahan fisik dan emosional sebagai ayah membuatnya tak bisa jauh lebih dari 10 hari.

Menjadi orang tua mengubah dinamika hubungan Suki Waterhouse dan Robert Pattinson secara fundamental. Dalam wawancara terbaru dengan Variety, model sekaligus aktris berusia 32 tahun itu mengungkapkan bahwa setelah melewati masa penuh gejolak pasca-melahirkan, ia dan Pattinson kini membangun kembali ikatan yang benar-benar baru.
“Secara internal, ada banyak pergolakan dan keraguan apakah saya melakukan hal yang benar,” ujar Waterhouse, yang melahirkan anak perempuan pada Maret 2024. “Hormon setelah melahirkan sangat intens. Tapi kemudian saya mendapatkan kembali kepercayaan pada diri sendiri, dan juga—saya tidak ingin bilang jatuh cinta lagi dengan pasangan, karena itu seolah saya pernah tidak mencintainya—hubungan lama kami terhapus. Sekarang kami membangun yang baru dan merayakan bahwa kami berhasil melewati ini.”
Pasangan ini bertunangan pada Desember 2023, beberapa bulan sebelum kelahiran anak pertama mereka. Waterhouse, yang dikenal lewat perannya di Daisy Jones and The Six, menegaskan bahwa keputusan merahasiakan identitas dan keseharian sang buah hati adalah pilihan sadar. “Kami ingin memberinya kesempatan untuk menjadi ilmuwan keren suatu hari nanti, bukan orang yang dikenali di jalan. Ini soal keamanan,” katanya. Meski demikian, ia mengakui bahwa putrinya “cukup teatrikal”—sifat yang mungkin diwarisi dari kedua orang tuanya yang berkarier di industri hiburan.
Sementara itu, Robert Pattinson dalam wawancara dengan GQ mengakui bahwa sebelum menjadi ayah, ia bukan penggemar berat anak-anak. “Saya tidak terlalu suka, hanya bisa mentolerir mereka. Tapi sekarang ini hal paling menyenangkan. Benar-benar luar biasa,” kata aktor The Batman itu. Ia bercanda bahwa putrinya sudah menonton sebagian besar filmnya, dan ia sering menunjukkan film-film itu saat sang anak mulai nakal. “Saya bilang, ‘Siapa ini? Siapa di layar itu?’ dan dia hanya melongo. Saya lanjutkan, ‘Namanya dimulai dengan D, diakhiri dengan Y!’”
Perubahan terbesar yang dirasakan Pattinson adalah manajemen waktu dan ikatan fisik yang tak terduga. “Saya tidur lebih awal. Semua soal manajemen waktu. Anda tidak sadar sampai mengalaminya sendiri. Bahkan saat berada di belahan dunia lain, saya pikir, ‘Oke, saya tidak boleh pergi lebih dari 10 hari.’ Setelah 10 hari, itu terasa sakit fisik. Kimia tubuh Anda berubah tanpa Anda sadari,” ungkapnya.
Bagi publik Indonesia yang akrab dengan kisah pasangan selebriti global, pengakuan Waterhouse dan Pattinson menyoroti realitas bahwa menjadi orang tua adalah transformasi total—bukan hanya soal tanggung jawab, tetapi juga perubahan identitas dan relasi. Di tengah budaya yang kerap mengidealkan peran orang tua, kejujuran mereka tentang pergulatan internal dan kebutuhan untuk membangun kembali hubungan justru terasa relevan. Pertanyaannya, mampukah pasangan lain yang tengah menjalani fase serupa mengambil pelajaran dari keterbukaan mereka?



