Kebangkitan New Zealand di Stormont: Duet Ravindra-Blundell Hentikan Dominasi Irlandia
Baca dalam 60 detik
- New Zealand membalikkan keadaan dari posisi 88-4 menjadi 361-5 pada hari pertama Tes melawan Irlandia di Stormont.
- Rachin Ravindra (142) dan Tom Blundell (142*) mencetak abad kelima dan keenam mereka, membangun kemitraan 217 lari untuk gawang kelima.
- Irlandia, yang baru memainkan Tes ke-13, gagal memanfaatkan awal gemilang setelah drop catch kapten Andrew Balbirnie.

New Zealand berhasil bangkit dari keterpurukan awal dan menguasai hari pertama pertandingan Tes empat hari melawan Irlandia di Stormont, Belfast, Rabu (10/4). Setelah kehilangan empat gawang cepat di sesi pagi, tim tamu memantapkan diri dengan skor 361-5 berkat duet gemilang Rachin Ravindra dan Tom Blundell yang masing-masing mencetak abad kelima dan keenam dalam karier Tes mereka.
Irlandia yang memenangkan undian dan memilih bertahan lebih dulu, tampil impresif di sesi pagi. Mark Adair menjadi mimpi buruk bagi Selandia Baru dengan tiga gawang, termasuk menyingkirkan kapten Tom Latham di over pertama. Debutan Liam McCarthy juga mencuri perhatian dengan menjebak Kane Williamson leg before wicket (lbw) untuk 39 lari, menjadikan gawang pertama dalam karir Tesnya sebagai momen tak terlupakan.
Namun, permainan berbalik total di sesi siang. Ravindra dan Blundell membangun kemitraan kelima yang kokoh, membawa skor dari 104-4 menjadi 214-4 saat teh. Keduanya melanjutkan dominasi di sesi malam, dengan Ravindra mencapai abad lewat sebuah six, disusul Blundell yang mengikuti dari 173 bola. Kemitraan 217 lari ini baru terputus setelah hampir lima jam tanpa gawang, saat Ravindra ditangkap oleh Tom Mayes dari lemparan Harry Tector.
Bagi Irlandia, kegagalan memanfaatkan momentum pagi menjadi pelajaran berharga. Kapten Andrew Balbirnie melewatkan tangkapan di slip dari pukulan Ravindra di sesi siang, sebuah kesalahan yang terbukti mahal. "Kami memulai dengan luar biasa, jam pertama tidak masuk akal. Namun, New Zealand bermain dalam dan membangun kemitraan yang solidโitulah pasang surut kriket Tes," ujar McCarthy usai pertandingan.
Ravindra, yang baru berusia 24 tahun, mengaku bangga bisa berbagi momen dengan Blundell, sahabatnya. "Abad ini terasa istimewa, apalagi bisa bermain bersama salah satu sahabat terbaik saya, Tom Blundell," katanya. Kemitraan ini menjadi yang tertinggi untuk gawang kelima New Zealand melawan Irlandia di semua format.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, pertandingan ini menyoroti perkembangan pesat Irlandia sebagai negara asosiasi yang mulai diperhitungkan di level Tes. Meskipun baru memainkan Tes ke-13, mereka mampu merepotkan tim sekelas New Zealand. Namun, kurangnya kedalaman pengalaman masih menjadi kendala, terutama dalam mempertahankan tekanan setelah momen krusial.
Hari kedua akan dimulai Kamis pukul 11:00 BST (16:00 WIB) dengan New Zealand masih unggul. Pertanyaan besarnya: mampukah Irlandia membalikkan keadaan dengan cepat, atau Blundell dan Foxcroft akan terus menambah penderitaan tuan rumah?



