Prancis Terbuka 2025: Petenis Inggris Tersingkir di Babak Pertama, Norrie Mundur karena Cedera
Baca dalam 60 detik
- Cameron Norrie mundur pada babak pertama Prancis Terbuka 2025 karena cedera iga, menambah daftar panjang petenis Inggris yang gagal melaju.
- Jacob Fearnley dan Toby Samuel juga tersingkir di ronde awal, membuat Inggris tanpa wakil di nomor tunggal putra untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun.
- Keputusan Norrie mundur dinilai bijak demi menjaga kondisi jelang Wimbledon, meski ia harus menjalani pemindaian lebih lanjut di London.

Prancis Terbuka 2025 menjadi ajang yang pahit bagi petenis Inggris. Cameron Norrie, petenis nomor satu Inggris, memutuskan mundur pada pertandingan babak pertama melawan Adolfo Daniel Vallejo dari Paraguay setelah tertinggal 7-6 (9-7), 2-0. Cedera iga yang dideritanya sejak pramusim membuatnya tak mampu melanjutkan laga. Ini adalah kali pertama Norrie mundur dari pertandingan level atas sejak 2014.
Keputusan Norrie mundur tidak diambil secara gegabah. Ia mengakui bahwa cedera iga yang meradang sudah mengganggunya sejak turnamen Geneva Open pekan lalu. Meski sempat menjalani latihan terbatas di Roland Garros, Norrie merasa hanya bisa tampil 20 persen dari kemampuan maksimal. โMungkin saya bisa menyelesaikan pertandingan, tapi apa risikonya? Sesuatu yang lebih buruk bisa terjadi,โ ujarnya.
Norrie, yang pernah mencapai semifinal Wimbledon 2022, memilih untuk tidak memaksakan diri demi menjaga peluangnya di musim lapangan rumput Inggris. Ia akan kembali ke London untuk menjalani pemindaian dan memulai pemulihan. โJauh lebih baik tidak memperparah cedera, kembali ke Inggris, istirahat, dan memulai persiapan menuju Wimbledon,โ komentar Annabel Croft, mantan petenis Inggris, di BBC Radio 5 Sports Extra.
Norrie mundur untuk pertama kalinya di turnamen level atas sejak 2014. Ia gagal memanfaatkan empat set point di tie-break set pertama. Vallejo, peringkat 71 dunia, menang straight set.
Sementara itu, Jacob Fearnley, petenis Inggris peringkat empat, juga harus mengakui keunggulan Juan Manuel Cerundolo dari Argentina dengan skor 6-2, 7-6 (7-0), 7-6 (9-7). Fearnley sempat unggul 4-2 di set ketiga, namun dua double fault berturut-turut memberinya kesempatan bagi Cerundolo untuk bangkit. Petenis berusia 23 tahun itu, yang tahun lalu menembus babak ketiga, harus puas tersingkir lebih awal. Petenis Inggris lainnya, Toby Samuel, juga kalah di babak pertama.
Nasib berbeda dialami petenis putri Inggris. Katie Boulter dan Francesca Jones berhasil melaju ke babak kedua, sementara Emma Raducanu, juara US Open 2020, justru tersingkir lebih awal. Di nomor ganda, pasangan Julian Cash dan Lloyd Glasspool, unggulan ketiga, berhasil menang 6-3, 7-6 (7-5) atas Gonzalo Escobar (Ekuador) dan Jean-Julien Rojer (Belanda). Namun, Boulter yang berpasangan dengan Yulia Putintseva dari Kazakhstan harus kalah dari unggulan ketujuh Demi Schuurs dan Ellen Perez.
Keputusan Norrie mundur menjadi sorotan karena ia dikenal sebagai petenis dengan daya tahan dan etos kerja tinggi. Namun, pelajaran berharga kali ini adalah pentingnya manajemen beban latihan. Norrie mengakui bahwa ia seharusnya mundur lebih awal di Geneva Open saat cedera iga mulai terasa. โSaya tidak menyesali latihan lima set melawan Ben Shelton, tapi saya harus lebih bijak,โ katanya.
Ke depan, Norrie optimistis bisa pulih tepat waktu untuk turnamen Queen's Club dalam dua pekan dan bersiap menuju Wimbledon. โSaya tidak tertarik hanya mencapai babak ketiga. Target saya adalah babak keempat, perempat final, atau semifinal,โ tegasnya. Dengan pemulihan yang tepat, petenis berusia 30 tahun itu masih memiliki peluang untuk bersaing di level tertinggi.



