Karyawan Bungie Baru Tahu Pengembangan Destiny 2 Dihentikan Saat Pengumuman Publik
Baca dalam 60 detik
- Mayoritas staf Bungie tidak diberi tahu bahwa produksi Destiny 2 dihentikan hingga pengumuman resmi, bahkan ada yang masih mengerjakan konten baru setelah keputusan manajemen.
- Manajemen Bungie menggelar pertemuan internal terkait potensi PHK, namun tidak memberikan jawaban pasti soal jumlah atau waktu pelaksanaan.
- Insiden ini menyoroti masalah komunikasi internal yang serius di Bungie dan menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan studio serta waralaba Destiny.

Keputusan Bungie untuk menghentikan pengembangan Destiny 2 secara mendadak tidak hanya mengejutkan para penggemar, tetapi juga sebagian besar karyawannya sendiri. Menurut laporan Forbes yang ditulis oleh jurnalis Paul Tassi, para staf Bungie baru mengetahui bahwa produksi game tersebut dihentikan bersamaan dengan pengumuman publik. Fakta ini mengungkap kesenjangan komunikasi internal yang parah di studio pengembang gim ternama itu.
Berdasarkan sumber yang dekat dengan situasi tersebut, sebagian besar tim pengembang Destiny 2 tidak menyadari bahwa proyek telah dihentikan oleh manajemen. Bahkan, beberapa karyawan masih mengerjakan konten masa depan untuk Destiny 2 setelah keputusan itu diambil. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan strategis diambil secara tertutup tanpa melibatkan tim inti, yang berpotensi menimbulkan pemborosan sumber daya dan kebingungan di kalangan staf.
Selain penghentian produksi, isu pemutusan hubungan kerja (PHK) juga menjadi perhatian. Dalam sebuah pertemuan internal di studio, pertanyaan mengenai PHK muncul berulang kali, namun manajemen tidak memberikan jawaban spesifik. Sumber menyebutkan bahwa kemungkinan akan ada banyak kepergian karyawan, tetapi tidak diharapkan terjadi dalam waktu dekat. Ketidakpastian ini menambah kekhawatiran di kalangan staf tentang masa depan mereka di Bungie.
Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana keputusan manajemen yang tidak transparan dapat mengguncang moral karyawan dan mengganggu produktivitas. Bungie, yang sebelumnya dikenal dengan komunikasi terbuka kepada komunitas pemainnya, justru gagal menerapkan prinsip serupa di internal perusahaan. Ke depannya, studio ini perlu mengevaluasi ulang tata kelola dan saluran komunikasi internal agar insiden serupa tidak terulang, terutama saat menghadapi masa transisi yang kritis.


