Buah Unik Bertekstur Puding Susu Mulai Menjadi Primadona Petani India
Baca dalam 60 detik
- Petani di India beralih ke srikaya (custard apple) karena tahan kekeringan dan minim perawatan, dengan hasil panen meningkat berkat varietas hibrida.
- Varietas unggul seperti Arka Sahan dan NMK-01 menggandakan rendemen daging buah dan memperpanjang umur simpan, membuka peluang ekspor ke Timur Tengah, Eropa, dan AS.
- Tantangan utama meliputi logistik rantai dingin dan investasi pengolahan pulp, namun permintaan global terus naik mendorong modernisasi pertanian srikaya.

Srikaya, buah tropis dengan daging lembut dan rasa manis mirip puding susu, tengah mencuri perhatian petani di India. Di tengah kondisi lahan kering dan krisis air, komoditas ini dinilai sebagai solusi pertanian berkelanjutan yang menguntungkan. Ashoka Shivareddy, mantan insinyur AI yang kembali mengelola lahan keluarga di Kolar, Karnataka, menjadi salah satu contoh sukses transformasi tersebut.
Shivareddy meninggalkan profesi sebagai pengembang perangkat lunak pada 2018 untuk menghidupkan kembali pertanian keluarganya. Ia mencari tanaman yang mampu bertahan dengan sedikit air dan tanpa pestisida berlebihan. Pilihannya jatuh pada srikaya yang tumbuh liar di daerahnya. Dengan menanam tiga varietas unggul dan mengatur jarak tanam lebih rapat, ia berhasil meningkatkan produksi dari 20 ton pada tahun lalu menjadi 25 ton tahun ini. Permintaan domestik dan internasional yang tinggi menjadi pendorong utama.
Dr. Sakthivel T, ilmuwan utama IIHR, menjelaskan bahwa timnya terus menyempurnakan teknik ekstraksi pulp agar tidak cepat berubah warna kecokelatan. Inovasi ini penting untuk memperluas penggunaan srikaya dalam industri makanan olahan seperti es krim dan milkshake. Sementara itu, di negara bagian Maharashtra, petani Navnath Malhari Kaspate berhasil menciptakan varietas NMK-01 setelah 12-15 tahun riset. Varietas ini menghasilkan sekitar 10 ton per hektare dan memiliki kulit lebih tebal, daging lebih banyak, serta rasa lebih manis, sehingga cocok untuk ekspor.
"Kami kini menanam srikaya di hampir 50 hektare. Varietas unggul ini membuka peluang ekspor ke negara-negara Teluk dan Eropa, sesuatu yang belum pernah dilakukan dalam skala besar sebelumnya," ujar Kaspate.
Eksportir Manoj Kumar Barai mengirimkan NMK-01 ke AS, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Eropa. Ia menekankan bahwa logistik menjadi tantangan terbesar karena buah ini sangat sensitif terhadap panas. Proses pengiriman melibatkan pendinginan awal selama lima jam, pengemasan dalam kotak karton khusus, dan transportasi menggunakan van berpendingin. Sebagian besar pengiriman kini dilakukan dalam bentuk pulp beku pada suhu -18ยฐC, yang lebih efisien dan mengurangi pemborosan.
Di Kolar, Shivareddy berencana mendirikan unit pengolahan pulp untuk memanfaatkan buah yang tidak terjual. Namun, investasi peralatan pendingin hingga -20ยฐC membutuhkan perubahan pola pikir petani. Menurutnya, srikaya berada di posisi unik: permintaan meningkat, tetapi adopsi teknologi masih rendah karena tanaman ini secara alami tangguh dan tidak memerlukan irigasi mahal atau sensor canggih.
Ke depan, para peneliti dan petani optimistis bahwa srikaya dapat menjadi primadona ekspor buah tropis India. Dengan inovasi varietas dan perbaikan rantai pasok, buah yang dulu dianggap liar ini berpotensi mengubah nasib petani di lahan kering sekaligus memenuhi selera pasar global.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7183244/original/002499300_1779979290-73e29194-e437-4c19-b7f9-036854c92468.jpg)
