Thomas Partey Ajukan Pembelaan Tidak Bersalah atas Dua Tuduhan Pemerkosaan Baru
Baca dalam 60 detik
- Mantan gelandang Arsenal, Thomas Partey, menyangkal dua tuduhan pemerkosaan tambahan yang diduga terjadi pada Desember 2020.
- Total Partey kini menghadapi tujuh dakwaan pemerkosaan dan satu kekerasan seksual dari empat perempuan berbeda, dengan persidangan berpotensi mundur ke Januari 2025.
- Kasus ini menambah daftar panjang tuntutan hukum terhadap pesepakbola internasional Ghana tersebut, yang sebelumnya telah mengaku tidak bersalah atas lima dakwaan pemerkosaan.

Mantan gelandang Arsenal dan tim nasional Ghana, Thomas Partey, kembali mengajukan pembelaan tidak bersalah atas dua tuduhan pemerkosaan baru yang diajukan terhadapnya. Pemain berusia 32 tahun itu hadir di Southwark Crown Court, London, pada Senin (24/3) untuk menyangkal dakwaan memperkosa seorang perempuan pada suatu hari di Desember 2020.
Partey, yang kini membela Villarreal setelah meninggalkan Arsenal pada musim panas lalu, sebelumnya telah didakwa pada Juli tahun lalu dengan lima tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan kekerasan seksual yang terjadi pada 2021 dan 2022. Atas dakwaan tersebut, ia juga telah mengajukan pembelaan tidak bersalah dan sidang telah dijadwalkan pada November tahun ini.
Dua tuduhan pemerkosaan baru diumumkan pada Februari lalu. Dalam sidang Senin, Hakim Tony Baumgartner, Recorder of Westminster, menyetujui agar seluruh dakwaan diadili bersama. Namun, ia memperingatkan bahwa jadwal sidang bisa mundur hingga Januari tahun depan karena bertambahnya jumlah perkara.
Dalam persidangan, Partey yang mengenakan celana abu-abu gelap, jumper hitam di atas kemeja putih, dan sepatu hitam rapi, hanya angkat bicara untuk mengonfirmasi nama dan memasukkan dua pembelaan tidak bersalah. Ia meninggalkan ruang sidang dengan jaket jas abu-abu arang disampirkan di bahu kiri. Sebelumnya, pada sidang di Westminster Magistrates' Court bulan lalu, Partey tidak hadir, namun pengacaranya menyampaikan bahwa pembelaan tidak bersalah akan diajukan.
Gelandang asal Ghana ini sebelumnya tinggal di Potters Bar, Hertfordshire, dan bergabung dengan Arsenal dari Atletico Madrid pada 2020 dengan nilai transfer sekitar Β£45 juta. Ia meninggalkan klub pada Juni tahun lalu. Meski menghadapi tuntutan hukum, Partey diperkirakan akan menjadi bagian penting tim nasional Ghana pada Piala Dunia musim panas ini.
Hakim Pengadilan, Mr Justice Bennathan, dijadwalkan menjadi hakim persidangan. Partey saat ini berada dalam status bebas dengan jaminan, dengan syarat tidak menghubungi para korban yang diduga. Sidang pra-persidangan berikutnya dijadwalkan pada 14 Mei, sementara keputusan tanggal persidangan pasti akan diambil setelah hakim ditunjuk.



