Ketegangan di Balik Layar Real Madrid: Mbappe dan Rudiger Terlibat Insiden Jelang El Clasico
Baca dalam 60 detik
- Real Madrid dilanda ketegangan internal setelah dua insiden melibatkan Kylian Mbappe dan Antonio Rudiger dalam waktu berdekatan.
- Mbappe terlibat cekcok dengan staf pelatih saat latihan, sementara Rudiger terlibat pertengkaran dengan rekan setim di ruang ganti.
- Kondisi ini menambah tekanan menjelang El Clasico kontra Barcelona yang bisa menentukan gelar juara La Liga.

Real Madrid tengah menghadapi gejolak internal yang cukup serius menjelang laga krusial El Clasico melawan Barcelona, Minggu (11/5). Dua insiden terpisah melibatkan bintang utama mereka, Kylian Mbappe dan Antonio Rudiger, dilaporkan memperburuk atmosfer di skuad utama Los Blancos. Situasi ini menjadi sorotan karena berpotensi mempengaruhi performa tim di pertandingan yang hanya membutuhkan hasil imbang bagi Barcelona untuk memastikan gelar juara.
Menurut laporan dari The Athletic yang dikutip Sky Sports, insiden pertama terjadi pada April lalu ketika Antonio Rudiger terlibat pertengkaran sengit dengan pemain lain di ruang ganti pusat latihan Real Madrid. Bek asal Jerman itu kemudian meminta maaf atas tindakannya dan mengundang rekan setim serta keluarga mereka untuk makan siang sebagai bentuk rekonsiliasi. Namun, tak lama setelah itu, giliran Kylian Mbappe yang memicu ketegangan. Penyerang asal Prancis tersebut dilaporkan berselisih dengan anggota staf pelatih yang bertindak sebagai asisten wasit dalam latihan. Mbappe disebut marah dan menggunakan kata-kata kasar setelah staf tersebut menandai posisinya offside.
Meskipun insiden semacam ini tidak jarang terjadi di sepak bola elite, kombinasi keduanya dalam waktu berdekatan dinilai memperparah suasana yang sudah tidak kondusif. Beberapa sumber di klub menyebutkan bahwa Mbappe juga mendapat sorotan negatif karena memutuskan berlibur ke Italia saat tim sedang dalam masa sulit. Pelatih Alvaro Arbeloa, yang posisinya sendiri tidak aman, berusaha meredam kontroversi dengan menyatakan bahwa perencanaan pemulihan cedera sepenuhnya berada di tangan staf medis. Namun, sumber internal mengindikasikan bahwa Arbeloa tidak puas dengan cara klub menangani situasi ini.
"Sebagian kritik didasarkan pada interpretasi berlebihan terhadap elemen-elemen yang terkait dengan masa pemulihan yang diawasi ketat oleh klub, dan tidak mencerminkan komitmen serta kerja harian Kylian untuk tim," demikian pernyataan perwakilan Mbappe menanggapi laporan tersebut.
Selain dua insiden tersebut, Real Madrid juga dihadapkan pada masalah lain. Bek kiri Alvaro Carreras dikabarkan bersitegang dengan Arbeloa setelah jarang dimainkan, sementara Ferland Mendy harus menjalani operasi akibat cedera otot. Di sisi lain, spekulasi mengenai pelatih baru semakin kencang setelah presiden Florentino Perez dikabarkan menginginkan Jose Mourinho kembali ke Bernabeu. Ketidakpastian ini membuat ruang ganti Real Madrid digambarkan penuh dengan ketidakharmonisan dan kegalauan.
Menjelang laga melawan Barcelona, kondisi internal yang memanas menjadi tantangan besar bagi Arbeloa. Dengan banyaknya pemain yang tidak bahagia dan masa depan pelatih yang tidak jelas, Real Madrid harus segera menemukan solusi agar performa di lapangan tidak terpengaruh. Pertandingan akhir pekan nanti akan menjadi ujian nyata sejauh mana tim mampu mengesampingkan masalah internal dan fokus meraih hasil positif.



