Warga Texas Desak Jepang Hentikan Pendanaan Proyek Bahan Bakar Fosil di Freeport
Baca dalam 60 detik
- Kelompok masyarakat Texas mendesak lembaga keuangan Jepang untuk tidak mendanai proyek ekspor minyak mentah dan LNG di Freeport karena risiko polusi dan keselamatan.
- Pertemuan dengan JBIC, Nexi, dan kementerian Jepang belum memberikan kepastian, sehingga kekhawatiran warga tetap tinggi.
- Langkah ini menyoroti kontradiksi antara komitmen iklim Jepang dan pendanaan infrastruktur fosil di luar negeri.

Sejumlah kelompok masyarakat dari kawasan Freeport, Texas, Amerika Serikat, mendesak lembaga keuangan dan kementerian Jepang untuk menghentikan dukungan terhadap proyek infrastruktur bahan bakar fosil yang direncanakan di wilayah mereka. Dalam pertemuan yang digelar pada Senin (24/3), perwakilan komunitas bertemu dengan pejabat Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Nippon Export and Investment Insurance (Nexi), serta perwakilan Kementerian Keuangan dan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang.
Mereka meminta agar pendanaan untuk fasilitas ekspor minyak mentah dan perluasan infrastruktur liquefied natural gas (LNG) di Freeport dihentikan. Menurut para aktivis, proyek-proyek tersebut akan meningkatkan polusi udara dan air, memperbesar risiko kecelakaan industri, serta mengunci ketergantungan pada energi fosil dalam jangka panjang. Kekhawatiran ini muncul di tengah meningkatnya tekanan global untuk beralih ke energi bersih.
Hiroki Osada, aktivis dari Friends of the Earth Japan yang turut hadir dalam pertemuan, mengungkapkan bahwa tanggapan para pejabat Jepang belum memberikan kejelasan. βMereka tidak memberikan jaminan yang berarti. Kami merasa kekhawatiran kami belum didengar secara serius,β ujarnya. Sikap ini menunjukkan adanya kesenjangan antara komitmen iklim Jepang di tingkat internasional dengan praktik pendanaan proyek fosil di luar negeri.
Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung utama pendanaan infrastruktur energi di Asia dan Amerika. Namun, langkah mendanai proyek fosil di Texas dinilai bertentangan dengan target netralitas karbon yang dicanangkan Tokyo. Para pengamat menilai bahwa tekanan dari komunitas lokal dan kelompok lingkungan bisa mempengaruhi kebijakan pendanaan Jepang ke depan, terutama di tengah meningkatnya sorotan terhadap pembiayaan proyek berbasis karbon.
Ke depannya, hasil pertemuan ini diharapkan dapat mendorong evaluasi ulang terhadap portofolio investasi energi Jepang. Jika tidak ada perubahan, bukan tidak mungkin aksi protes dan kampanye serupa akan meluas ke proyek-proyek fosil lain yang didanai Jepang di berbagai belahan dunia.



