Real Madrid Incar Jurgen Klopp: Pelatih Top Jerman Masuk Radar Los Blancos
Baca dalam 60 detik
- Jurgen Klopp dikabarkan bersedia mempertimbangkan tawaran Real Madrid jika klub tersebut serius mendekatinya pada bursa pelatih musim panas mendatang.
- Kepergian Xabi Alonso setelah hanya delapan bulan menjabat membuka spekulasi bahwa ruang ganti Real Madrid tengah tidak stabil, membuat Klopp menjadi kandidat potensial.
- Klopp saat ini menjabat Head of Global Soccer Red Bull, namun ketertarikannya pada proyek Real Madrid bisa mengubah peta persaingan pelatih top Eropa.

Real Madrid kembali menjadi pusat perhatian dunia sepak bola setelah mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Xabi Alonso pada awal pekan ini. Nama Jurgen Klopp, mantan arsitek Liverpool yang kini menjabat Head of Global Soccer Red Bull, muncul sebagai kandidat utama untuk menggantikan Alonso jika Los Blancos memutuskan merekrut pelatih baru pada musim panas mendatang. Informasi ini diungkapkan oleh Sky Germany yang menyebut bahwa Klopp akan memberikan pertimbangan serius jika tawaran resmi datang dari Santiago Bernabéu.
Klopp meninggalkan Liverpool pada 2024 dengan alasan kehabisan energi setelah mempersembahkan enam trofi, termasuk Premier League dan Liga Champions. Ia kemudian bergabung dengan Red Bull pada Januari 2025. Meski terikat kontrak jangka panjang, daya tarik Real Madrid disebut-sebut sangat kuat bagi pelatih asal Jerman tersebut. Sky Germany bahkan telah melaporkan sejak 11 Desember lalu bahwa Klopp masuk dalam daftar kandidat andai Alonso diberhentikan.
Kepergian Alonso tidak lepas dari gejolak internal. Laporan menyebutkan adanya ketegangan dengan pemain senior seperti Federico Valverde dan Vinicius Jr. Bahkan, setelah kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol, beredar video yang memperlihatkan Kylian Mbappe mengabaikan instruksi Alonso untuk menyalami lawan. Mbappe kemudian memberi pesan perpisahan di media sosial, namun gestur di lapangan dinilai sebagai simbol ketidakharmonisan.
Dalam wawancara dengan ServusTV, Klopp mengomentari situasi Alonso dengan nada simpati. "Ini tanda bahwa tidak semuanya beres di sana ketika Xabi Alonso, yang menunjukkan bakat luar biasa selama dua tahun di Leverkusen, harus pergi dari Real Madrid hanya dalam setengah tahun," ujar Klopp. Ia menambahkan bahwa menggantikan Carlo Ancelotti, seorang legenda dengan gaya manajemen khas, lalu mencoba menerapkan aturan baru terbukti terlalu sulit. "Saya benar-benar merasa kasihan padanya. Ini tidak ada hubungannya dengan saya dan tidak memicu apa pun dalam diri saya," tegas Klopp.
Alonso sendiri mengakui bahwa masa kepelatihannya tidak berjalan sesuai harapan. Dalam unggahan Instagram, ia menulis, "Tahap karier ini telah berakhir, dan hasilnya tidak seperti yang kami inginkan. Melatih Real Madrid adalah kehormatan dan tanggung jawab." Ia berterima kasih kepada klub, pemain, dan terutama penggemar, serta menyatakan pergi dengan rasa hormat dan bangga telah memberikan yang terbaik.
Dengan Alonso hengkang, Alvaro Arbeloa untuk sementara mengambil alih kursi pelatih. Namun, spekulasi tentang siapa yang akan menjadi nahkoda tetap Real Madrid musim depan terus menguat. Nama Klopp menjadi sorotan utama, mengingat rekam jejaknya yang gemilang dan kemampuannya membangun tim solid. Meski demikian, Klopp menegaskan bahwa ponselnya tidak berdering dari Madrid, hanya beberapa orang yang merasa perlu menyinggung soal itu kepadanya.
Pasar pelatih Eropa sedang bergerak dinamis. Klopp, yang kini menikmati peran sebagai pengamat, mengakui bahwa "pasar pelatih sedang dirombak ulang, dan tidak buruk untuk mengalami semua ini dari perspektif pengamat tanpa memikirkan apa artinya bagi diri sendiri." Namun, jika Real Madrid benar-benar bergerak, keputusan Klopp bisa menjadi salah satu cerita transfer paling menarik di musim panas nanti.



