Duel Tajam di Puncak: Kane vs Undav Jadi Penentu Final DFB Pokal
Baca dalam 60 detik
- Harry Kane mengoleksi 36 gol Bundesliga musim ini dan mencetak gol di setiap babak DFB Pokal sejauh ini.
- Deniz Undav menjadi mesin gol Stuttgart dengan 25 gol di semua kompetisi, termasuk tiga di ajang DFB Pokal.
- Pertemuan kedua striker tajam ini akan menjadi kunci siapa yang membawa pulang trofi DFB Pokal 2025/26.

Final DFB Pokal 2025/26 yang mempertemukan Bayern Munich dan VfB Stuttgart di Olympiastadion Berlin pada Sabtu mendatang diprediksi akan menjadi panggung bagi dua bomber paling mematikan di Bundesliga: Harry Kane dan Deniz Undav. Keduanya sama-sama memiliki catatan gol impresif sepanjang musim dan dipercaya menjadi faktor penentu kemenangan tim masing-masing.
Kane, yang baru saja memastikan gelar Torjägerkanone ketiga beruntun, menunjukkan ketajamannya dengan mencetak hat-trick keempat musim ini saat Bayern menggilas Cologne 5-1 di pekan pamungkas. Torehan itu menggenapkan koleksi golnya di Bundesliga menjadi 36—unggul 14 gol dari pesaing terdekat. Tidak hanya di liga, Kane juga memimpin daftar pencetak gol DFB Pokal dengan tujuh gol dalam lima pertandingan, serta hanya kalah dari Kylian Mbappé (15) di Liga Champions dengan 14 gol.
Di kubu Stuttgart, Deniz Undav membuktikan diri sebagai andalan lini depan. Meski tidak seekstrem Kane, pemain Jerman itu mencatatkan 19 gol Bundesliga hanya dalam 25 start—terbanyak kedua setelah Kane. Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak Jerman di lima liga top Eropa musim ini dengan total 25 gol di semua ajang. Ketajamannya sangat krusial, terutama saat mencetak gol penentu kemenangan 3-1 atas Bayer Leverkusen di pekan ke-33 yang mengamankan tiket Stuttgart ke Liga Champions.
"Kami harus berdoa agar mereka melakukan kesalahan, dan kami memanfaatkannya," ujar Undav tentang peluang Stuttgart sebagai underdog. "Kami ingin memenangkan gelar lain, atau setidaknya memiliki kesempatan. Ini akan sangat, sangat sulit, tapi kesempatan itu ada."
Kane sendiri sudah mengukuhkan ambisinya untuk membawa pulang trofi DFB Pokal. Sebelum semifinal melawan Leverkusen, ia menegaskan bahwa Piala DFB menjadi prioritas utama musim ini. "Kami sudah membicarakan sejak awal musim bahwa piala ini adalah prioritas. Sudah terlalu lama klub ini tidak memenangkannya, terutama mengingat dominasi kami di liga," kata Kane. Ia juga menyadari tantangan format knockout yang menuntut konsistensi di setiap laga.
Rekor pertemuan pribadi juga menunjukkan keunggulan Kane: dalam tujuh laga melawan Stuttgart sejak bergabung dengan Bayern, ia telah mencetak 11 gol—lebih banyak dari lawan mana pun. Sebaliknya, Undav belum pernah mencetak gol ke gawang Bayern dalam enam pertemuan. Namun, final adalah panggung yang tepat untuk mematahkan rekor buruk tersebut.
Dengan kedua striker dalam performa terbaik, final DFB Pokal kali ini menjanjikan pertarungan sengit yang tidak hanya menentukan juara, tetapi juga mengukuhkan status mereka sebagai predator ulung di sepak bola Jerman.



