Nikkei Tembus 65.000 untuk Pertama Kalinya, Optimisme Gencatan Senjata AS-Iran Dorong Pasar
Baca dalam 60 detik
- Indeks Nikkei 225 mencetak rekor baru di atas 65.000 pada perdagangan awal pekan ini, didorong spekulasi meredanya konflik AS-Iran.
- Kenaikan lebih dari 2,8% dalam sesi pembukaan mencerminkan ekspektasi investor terhadap stabilitas geopolitik kawasan Timur Tengah.
- Pergerakan ini berpotensi memicu reli lanjutan jika isyarat gencatan senjata semakin konkret dalam waktu dekat.

Indeks saham acuan Jepang, Nikkei 225, menembus level 65.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah pada perdagangan Senin (25/5/2026). Pencapaian ini dipicu oleh optimisme pasar terhadap kemungkinan berakhirnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran yang selama ini membayangi prospek ekonomi global.
Pada pukul 09.43 waktu setempat, Nikkei tercatat melesat 1.822,11 poin atau 2,88 persen ke posisi 65.161,18 dibandingkan penutupan akhir pekan lalu. Indeks Topix yang lebih luas juga menguat 58,48 poin (1,50 persen) ke level 3.950,94. Lonjakan ini menjadikan sesi pembukaan sebagai salah satu yang terkuat dalam beberapa bulan terakhir.
Para analis menilai bahwa reli ini terutama didorong oleh sentimen positif dari perkembangan diplomatik di Timur Tengah. Spekulasi tentang kesepakatan gencatan senjata antara Washington dan Teheran meningkat setelah serangkaian pernyataan dari kedua pihak yang cenderung meredakan ketegangan. Pasar saham Jepang, yang sangat bergantung pada stabilitas rantai pasokan dan harga energi, merespons secara langsung setiap perubahan prospek konflik tersebut.
Kenaikan ini juga diperkuat oleh aksi beli di sektor teknologi dan manufaktur, yang menjadi motor utama indeks Nikkei. Saham-saham perusahaan elektronik dan otomotif tercatat mendominasi volume perdagangan awal. Investor asing, yang sempat menarik dana akibat ketidakpastian geopolitik, mulai kembali masuk ke pasar Jepang.
Meskipun demikian, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa volatilitas masih mungkin terjadi jika negosiasi gencatan senjata mengalami hambatan. Pasar saat ini memperhitungkan skenario damai secara agresif, sehingga setiap berita negatif dapat memicu koreksi teknis.
Ke depan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada perkembangan pertemuan diplomatik tingkat tinggi yang dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan. Jika tercapai kesepakatan, Nikkei berpotensi melanjutkan tren positifnya menuju level psikologis berikutnya. Namun, investor tetap disarankan untuk mencermati data ekonomi domestik Jepang, termasuk inflasi dan produksi industri, yang turut mempengaruhi arah pasar.



