Presiden Prabowo Turun Langsung ke Tambak, Panen Udang Kebumen Tembus 40 Ton per Hektare
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen dan ikut menarik jaring bersama petambak, menandai keberhasilan program tambak modern BUBK.
- Produktivitas tambak mencapai 40 ton per hektare dengan harga jual Rp70.000 per kilogram, menjadikannya salah satu yang tertinggi di dunia.
- Pemerintah berencana memperluas proyek serupa ke Waingapu, Gorontalo, dan Pantura Jawa Barat untuk mendorong ketahanan pangan dan devisa.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6718104/original/030440800_1779534280-PHOTO-2026-05-23-13-44-32.jpg)
Presiden Prabowo Subianto secara langsung terjun ke kawasan tambak modern Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia ikut serta menarik jaring panen bersama para petambak, menunjukkan dukungan nyata terhadap program akuakultur nasional.
Setibanya di lokasi, Prabowo terlebih dahulu berdialog dengan para pembudidaya mengenai teknik dan hasil tambak. Suasana menjadi semarak ketika seorang petambak melemparkan jaring dan mulai mengangkat udang berukuran besar. Presiden tampak bertepuk tangan dan kemudian membantu menarik jaring bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta petambak lainnya. Momen ini mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat dan pelaku usaha dalam mengembangkan sektor perikanan.
Dalam sambutannya yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menyatakan bahwa proyek ini telah berjalan tiga tahun dan hasilnya kini setara dengan standar tertinggi dunia. Ia menekankan bahwa produktivitas tambak di Kebumen sangat menjanjikan dan menjadi model bagi pengembangan serupa di daerah lain. “Satu hektare bisa menghasilkan 40 ton. Luar biasa. Harganya Rp70 ribu per kilogram, berarti per ton Rp70 juta. Jadi ini sangat bagus dan sangat produktif,” ujarnya.
Selain dampak ekonomi, proyek ini juga menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal. Pemerintah tidak berhenti di Kebumen; sejumlah kawasan tambak baru tengah dibangun dengan skala lebih besar. Prabowo merinci rencana ekspansi, termasuk 2.000 hektare di Waingapu, 200 hektare di Gorontalo, dan 14.000 hektare di Pantura Jawa Barat. Langkah ini sejalan dengan strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan devisa negara melalui ekspor udang.
Keberhasilan BUBK Kebumen menjadi bukti bahwa investasi di sektor akuakultur dapat memberikan keuntungan signifikan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, Indonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam pasar udang global. Ke depannya, pemerintah diharapkan terus mendorong adopsi teknologi budidaya modern dan memperluas akses pasar bagi petambak kecil.



