Dubes Palestina Sambut Kepulangan 9 WNI Eks-Tahanan Israel di Bandara Soetta
Baca dalam 60 detik
- Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah Alsattari, hadir langsung di Bandara Soekarno-Hatta untuk menyambut sembilan WNI yang baru dibebaskan dari tahanan Israel.
- Kedatangan para relawan Global Sumud Flotilla 2.0 ini menandai berakhirnya proses diplomatik intensif yang dilakukan Kemlu RI sejak mereka ditahan di perairan internasional.
- Peristiwa ini mempertegas posisi Indonesia dalam isu kemanusiaan Palestina sekaligus menguji efektivitas diplomasi perlindungan WNI di tengah konflik global.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6823182/original/088372300_1779612014-email-attachment_2026_05_24_pramita-tristiawati_duta-besar-palestina-abdalfatah-ak-alsattari-ikut-menyambut-9-wni-di-bandara-soetta_20260524_150212.jpg)
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A. K. Alsattari, secara langsung menyambut kedatangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditahan oleh militer Israel. Penyambutan berlangsung di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (24/5/2026) sore.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Abdalfatah tiba di area kedatangan sekitar pukul 15.00 WIB didampingi sejumlah staf kedutaan serta perwakilan Kementerian Luar Negeri RI. Kehadirannya menunjukkan solidaritas tinggi terhadap para relawan yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
Kementerian Luar Negeri RI memastikan proses pemulangan berjalan lancar. Juru Bicara I Kemlu, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa pemerintah terus mengawal setiap tahap perjalanan para relawan sejak mereka meninggalkan Istanbul, Turki, hingga tiba di tanah air. “Sesuai arahan Menteri Luar Negeri, kami terus mengawal proses kepulangan para WNI relawan GSF hingga seluruhnya tiba kembali di Tanah Air dengan aman,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).
Insiden penahanan ini bermula ketika armada Global Sumud Flotilla 2.0 yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza dicegat oleh militer Israel di perairan internasional. Pemerintah Indonesia melalui Kemlu langsung mengeluarkan kecaman keras dan melakukan berbagai upaya diplomatik untuk membebaskan para relawan. Keberhasilan pemulangan ini menjadi bukti efektivitas negosiasi bilateral yang dilakukan.
“Kemlu akan terus memantau setiap perkembangan dan memastikan proses kepulangan berjalan lancar hingga para relawan tiba di tanah air,” tambah Yvonne.
Kehadiran Dubes Palestina dalam penyambutan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menegaskan hubungan erat antara Indonesia dan Palestina dalam isu kemanusiaan. Para relawan dijadwalkan mendarat menggunakan pesawat dari Istanbul sekitar pukul 15.30 WIB. Rombongan langsung masuk ke area kedatangan umrah, sementara awak media menanti di area kedatangan internasional.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena menyangkut perlindungan WNI di luar negeri serta posisi Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Ke depan, pemerintah diharapkan terus memperkuat mekanisme evakuasi dan diplomasi untuk menghadapi situasi serupa yang mungkin terjadi kembali.



