Jenazah Anak Perempuan Ditemukan di Lampung, Surat Wasiat Ungkap Kisah Pilu
Baca dalam 60 detik
- Warga Lampung Selatan dikejutkan dengan penemuan mayat anak perempuan berusia sekitar 11 tahun yang terbungkus kain putih, lengkap dengan surat wasiat dari orang tua.
- Surat wasiat tersebut mengungkap bahwa sang anak meninggal akibat diabetes dan keluarga dalam kondisi terlunta-lunta setelah menjadi korban penipuan.
- Polisi masih melakukan pencarian terhadap orang tua korban, sementara jenazah telah dimakamkan setelah proses visum.

Penemuan jenazah seorang anak perempuan tanpa identitas di Desa Tritunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, pada Jumat (22/5) pagi, mengguncang warga setempat. Di samping jasad yang terbungkus kain putih itu, polisi menemukan sepucuk surat wasiat yang diduga ditulis oleh orang tua korban, berisi permohonan agar jenazah anak mereka dimakamkan secara layak.
Kapolsek Katibung, Iptu Dita Hidayatullah, mengungkapkan bahwa mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak melaksanakan salat subuh. "Saat ditemukan, kondisi tubuh korban kurus. Pada bagian pinggang belakang ditemukan luka yang sudah mengalami pembusukan dan keropeng," jelasnya pada Sabtu (23/5). Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diperkirakan berusia 11 tahun dan luka di pinggang diduga akibat terlalu lama berbaring di tempat tidur. Dokter memperkirakan kematian terjadi kurang dari 24 jam sebelum penemuan.
Isi surat wasiat yang ditemukan di lokasi kejadian menyiratkan kisah memilukan. Dalam surat bertuliskan tangan tersebut, orang tua korban menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa anak mereka meninggal karena penyakit diabetes. "Kami sebagai orang tua tidak bisa memakamkannya secara layak karena kami baru 3 hari berada di Kota Lampung dan terlunta-lunta tanpa tempat tinggal karena telah ditipu oleh seseorang," demikian bunyi surat tersebut, dikutip dari keterangan polisi.
Polisi masih terus menyelidiki kasus ini dan berupaya melacak keberadaan orang tua korban. "Kami masih terus berupaya mencari orang tuanya," ujar Iptu Dita. Jenazah sendiri telah dimakamkan pada Jumat (22/5) sore setelah menjalani proses visum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Kasus ini menyoroti kerentanan keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi dan sosial, serta pentingnya jaringan dukungan bagi pendatang baru di daerah.



