Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor, Ratusan Rumah Rusak dan Ratusan KK Terdampak
Baca dalam 60 detik
- Luapan Kali Cijayanti merendam permukiman di Babakanmadang, Bogor, berdampak pada 138 KK atau 456 jiwa, dengan satu rumah ambruk.
- Angin kencang di Rumpin merusak 90 rumah, mayoritas kerusakan ringan pada atap, memaksa dua keluarga mengungsi.
- BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kedua bencana, namun kebutuhan logistik darurat masih mendesak.

Bencana hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Banjir akibat luapan Kali Cijayanti di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, dan angin kencang di Desa Tamansari, Kecamatan Rumpin, menyebabkan ratusan rumah rusak serta ribuan jiwa terdampak pada Minggu (24/5).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdan, melaporkan bahwa banjir di Cijayanti terjadi sekitar pukul 17.15 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam durasi panjang. Aliran Kali Cijayanti meluap dan merendam pemukiman di Kampung Babakan Cicerewed, meliputi RT di RW 01, RW 02, RW 06, dan RW 09. Ketinggian air bervariasi antara 70 sentimeter hingga 150 sentimeter di titik-titik tertentu.
Dampak paling parah terjadi pada satu unit rumah milik warga bernama Enjuh yang ambruk total. Penghuni rumah, satu keluarga dengan dua jiwa, terpaksa mengungsi ke rumah kerabat di lokasi yang sama. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kebutuhan mendesak berupa bantuan logistik tanggap darurat masih diperlukan. Hingga Minggu malam, banjir mulai surut dan warga bersama tim gabungan melakukan pembersihan lumpur.
Sementara itu, di Kecamatan Rumpin, angin kencang yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB merusak 90 rumah di Kampung Parakanomas, Desa Tamansari. Sebanyak tujuh rumah mengalami rusak sedang, termasuk tembok ambruk dan atap terbawa angin, sementara 83 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan pada bagian atap dan genting. Dua keluarga dengan total sepuluh jiwa terpaksa mengungsi karena atap rumah mereka rusak parah. Adam menjelaskan bahwa curah hujan tinggi disertai angin kencang menjadi penyebab utama kerusakan.
Meskipun tidak ada korban luka, sebagian warga telah mulai memperbaiki rumah mereka secara mandiri. BPBD terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Bogor.



