China Kirim Shenzhou 23 ke Stasiun Luar Angkasa, Satu Astronot Bertahan Setahun Penuh
Baca dalam 60 detik
- Misi Shenzhou 23 membawa tiga astronaut, termasuk satu yang akan menjalani misi tinggal setahun di orbit guna meneliti batas fisiologis manusia.
- Lai Ka-ying, astronaut pertama asal Hong Kong dengan latar belakang forensik komputer, turut serta dalam misi yang menandai langkah baru partisipasi daerah administratif khusus.
- Peluncuran ini memperkuat ambisi China menuju pendaratan berawak di Bulan pada 2030, sekaligus memperlebar jarak persaingan dengan program Artemis milik AS.

China kembali mencatatkan tonggak baru dalam program luar angkasanya dengan meluncurkan misi Shenzhou 23 dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan, Minggu malam. Tiga astronaut dikirim menuju stasiun luar angkasa Tiangong, dan salah satu dari mereka direncanakan tinggal di orbit selama satu tahun penuh β salah satu durasi tunggal terlama dalam sejarah penerbangan antariksa.
Awak misi ini terdiri dari Zhu Yangzhu sebagai komandan, Zhang Zhiyuan, serta Lai Ka-ying β astronaut pertama yang lahir dan besar di Hong Kong. Lai, yang memiliki gelar doktor di bidang forensik komputer, menjadi simbol integrasi Hong Kong dalam program antariksa nasional China. Nama Mandarinnya, Li Jiaying, juga digunakan dalam dokumentasi resmi.
Selama berada di Tiangong, kru akan menjalankan puluhan proyek sains dan aplikasi. Mereka juga dijadwalkan melakukan rotasi di orbit dengan kru Shenzhou 21 yang telah berada di stasiun luar angkasa selama lebih dari 200 hari. Misi satu tahun bagi salah satu astronaut bertujuan mengeksplorasi adaptasi dan batas kinerja manusia dalam lingkungan penerbangan luar angkasa jangka panjang, sebagaimana dilaporkan media pemerintah.
Peluncuran ini terjadi di tengah persaingan ketat dengan Amerika Serikat. China mengembangkan stasiun luar angkasa Tiangong β yang berarti "Istana Surgawi" β setelah secara efektif dilarang dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) karena kekhawatiran keamanan nasional AS. Sementara itu, NASA menargetkan pendaratan astronaut di permukaan Bulan pada 2028 melalui program Artemis.
Stasiun Tiangong pertama kali dihuni kru pada 2021. Tahun lalu, misi darurat Shenzhou berhasil memulangkan tim astronaut yang terdampar di stasiun akibat kerusakan pesawat ruang angkasa. Keberhasilan misi Shenzhou 23 semakin menegaskan kapasitas China dalam operasi luar angkasa berkelanjutan dan respons darurat.
Dengan ambisi yang terus melesat, China tidak hanya mengejar ketertinggalan tetapi juga menetapkan standar baru dalam eksplorasi luar angkasa berawak. Misi satu tahun ini akan menjadi tolok ukur bagi program luar angkasa jangka panjang, sekaligus mengirim sinyal bahwa Beijing serius menjadi pemain dominan di orbit Bumi dan sekitarnya.



