Jogja Run D-City 2026 Salurkan Beasiswa Rp1 Miliar ke UGM, Wamenpora Taufik Hidayat Hadir
Baca dalam 60 detik
- Event lari Jogja Run D-City 2026 menyerahkan dana beasiswa total Rp1 miliar kepada Universitas Gadjah Mada yang berasal dari biaya pendaftaran peserta.
- Acara yang dihadiri Chairul Tanjung dan Wamenpora Taufik Hidayat ini mengintegrasikan olahraga, hiburan, dan filantropi pendidikan.
- Selain lari, ajang ini menghadirkan basket fun, pertandingan selebriti, dan konser musik sebagai daya tarik partisipasi publik.

Jogja Run D-City 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga lari massal, tetapi juga wadah filantropi pendidikan. Pada Minggu (24/5/2026), event yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menyerahkan beasiswa senilai Rp805 juta kepada UGM, dengan komitmen tambahan dari sejumlah lembaga sehingga totalnya menjadi Rp1 miliar.
Penyerahan beasiswa tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, Rektor UGM Ova Emilia, serta Founder CT Corp Chairul Tanjung. Dalam sambutannya, Chairul Tanjung menegaskan bahwa seluruh biaya pendaftaran peserta lari akan didonasikan sepenuhnya untuk beasiswa mahasiswa UGM. Langkah ini menyoroti tren integrasi antara event olahraga komersial dengan tanggung jawab sosial, khususnya di sektor pendidikan tinggi.
Jogja Run D-City 2026 dirancang sebagai perpaduan antara kompetisi, komunitas, dan hiburan. Selain lari, acara ini dimeriahkan dengan fun basketball, basketball celebrity match, serta meet and greet di sporthall GIK UGM. Puncak acara ditutup dengan konser NDarboy Genk, yang diharapkan menarik minat generasi muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan positif.
Dari sisi penyelenggaraan, panitia menyediakan medali dan jersey bagi seluruh peserta. Kategori Fun Run 5K memberikan medali partisipasi, sedangkan Race Run 10K memberikan medali eksekutif. Hadiah uang tunai jutaan rupiah disiapkan untuk para pemenang di berbagai kategori, termasuk lomba kostum terbaik dan unggahan media sosial terbaik.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa event olahraga dapat menjadi katalis penggalangan dana pendidikan tanpa membebani peserta secara langsung. Ke depannya, model donasi penuh biaya pendaftaran seperti ini berpotensi direplikasi oleh penyelenggara event lain di Indonesia, terutama yang menyasar segmen milenial dan Gen Z.



