Menjelang Puncak Haji, Timwas DPR dan Kemenhaj Finalisasi Armuzna: 2.000 Bus Disiagakan
Baca dalam 60 detik
- Rapat koordinasi antara Timwas Haji DPR dan Kemenhaj mematangkan persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang akan berlangsung dalam dua hari ke depan.
- Kemenhaj menyiagakan 2.000 bus dengan sistem tiga gelombang keberangkatan untuk mengurangi penumpukan jemaah, serta menyediakan 3 juta paket makanan siap santap.
- Meskipun baru pertama kali menyelenggarakan haji, Kemenhaj dinilai mampu mengelola persiapan dengan baik, hanya ditemukan kendala minor seperti jarak hotel ke Masjidil Haram.

Tim Pengawas Haji DPR RI 2026 bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Pusat Kesehatan Haji, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya menggelar rapat koordinasi intensif guna mematangkan seluruh aspek pelaksanaan puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) yang akan dimulai dalam hitungan hari. Rapat yang dipimpin oleh Ketua Timwas Haji DPR sekaligus Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurizal ini menyoroti sejumlah isu krusial, mulai dari pemondokan, transportasi, konsumsi, hingga layanan kesehatan bagi jemaah.
Menteri Haji Muhamad Irfan Yusuf dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa persiapan teknis pelaksanaan puncak haji telah mencapai hampir 100 persen. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pengoperasian 2.000 unit bus untuk mengangkut jemaah dari hotel menuju Padang Arafah dan sebaliknya. Untuk mengantisipasi kepadatan, pihaknya menerapkan sistem pemberangkatan tiga gelombang dengan jadwal pertama pukul 07.00 hingga 11.00 waktu setempat. βKami ingin jemaah tidak menunggu terlalu lama. Mereka yang akan berangkat saja yang turun, sementara yang belum berangkat bisa beristirahat di kamar,β ujar Irfan seusai rapat.
Dalam hal konsumsi, Kemenhaj menyiapkan sekitar 3 juta makanan siap santap yang akan didistribusikan kepada jemaah baik sebelum maupun selama berada di Arafah. Sementara itu, untuk layanan kesehatan, sebanyak 1.000 petugas medis akan disiagakan guna menangani jemaah yang membutuhkan pertolongan. Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi cuaca ekstrem dan aktivitas fisik berat yang harus dijalani jemaah selama puncak haji.
Cucun Ahmad Syamsurizal menyambut positif langkah-langkah yang telah diambil oleh Kemenhaj. Menurutnya, meskipun ini merupakan kali pertama Kemenhaj menyelenggarakan ibadah haji secara penuh, persiapan yang dilakukan terbilang matang dan minim kendala berarti. βKami mengapresiasi penyelenggaraan haji yang cukup luar biasa. Perdana, Kementerian Haji menyelenggarakan haji di tahun 2026 ini,β ujar Cucun. Ia menambahkan bahwa masalah yang muncul hanya bersifat minor, seperti jarak hotel ke Masjidil Haram dan beberapa fasilitas hotel yang perlu perbaikan.
Dengan segala persiapan yang telah dimatangkan, diharapkan puncak ibadah haji di Arafah dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Cucun berharap koordinasi yang baik antara DPR, Kemenhaj, dan seluruh pemangku kepentingan mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak terduga, sehingga jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan aman.



