Timwas DPR Desak Petugas Haji Lebih Cermat Cegah Tragedi Jemaah Tersesat
Baca dalam 60 detik
- Meninggalnya Muhammad Firdaus, jemaah haji lansia yang hilang di Mekkah, memicu kritik DPR atas lemahnya pengawasan petugas.
- Tim Pengawas Haji DPR 2026 menilai insiden ini mengandung unsur kelalaian dan meminta evaluasi sistem pendampingan jemaah.
- Petugas diminta memilah jemaah mandiri dan yang membutuhkan pendampingan, terutama menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Tim Pengawas Haji DPR 2026 menyoroti kasus meninggalnya Muhammad Firdaus Akhlan (72), jemaah haji Indonesia dari Kloter JKG-27 yang sebelumnya dilaporkan hilang di Arab Saudi. Anggota Timwas sekaligus Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, menyesalkan kejadian tersebut dan menilai ada unsur pengabaian terhadap keselamatan jemaah.
Dalam pernyataannya di Mekkah, Sabtu (23/5) malam, Marwan mengungkapkan keprihatinan mendalam. "Kita prihatin dan miris, ada jemaah yang hilang, begitu ditemukan sudah dalam keadaan meninggal. Kalau terkait dengan nyawa manusia, rasa-rasanya kok seperti terabaikan," ujarnya. Ia menekankan bahwa petugas haji yang telah dikirim dan terlatih seharusnya mampu mencegah insiden serupa.
Marwan mendesak petugas haji untuk lebih cermat dalam menjalankan tugas, terutama dalam mengidentifikasi jemaah yang membutuhkan pendampingan khusus. "Jangan sampai lansia dibiarkan bergerak sendiri. Tidak bisa bertanya, tidak bisa membaca, bahkan kemampuan untuk bergerak sudah tidak memungkinkan," tegasnya. Ia meminta petugas memilah secara ketat antara jemaah yang bisa mandiri dan yang perlu didampingi.
Menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, Marwan mengingatkan bahwa kondisi lapangan akan sangat padat. "Di Arafah suasananya seperti lautan manusia, begitu juga di Muzdalifah. Sama halnya dengan di Mina menuju jamarat. Ini harus hati-hati, para petugas diaktifkan semua simpul agar jemaah tidak ada yang tersesat," imbuhnya.
"Urusan meninggal bukan urusan kita, tapi urusan meninggal karena kelalaian, wah itu memperhatinkan sekali." β Marwan Dasopang, Ketua Komisi VIII DPR
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya sistem pengawasan dan pendampingan jemaah haji, terutama bagi lansia. Ke depan, DPR mendorong evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional petugas haji agar tragedi serupa tidak terulang.



