Kondisi Gus Hilman Membaik Usai Kecelakaan Maut di Tol Paspro, Dua Staf Tewas
Baca dalam 60 detik
- Anggota DPR RI Muhammad Hilman Mufidi dinyatakan telah melewati fase kritis pasca kecelakaan di Tol Pasuruan-Probolinggo yang merenggut nyawa dua stafnya.
- Kecelakaan diduga akibat pengemudi kehilangan konsentrasi atau mengantuk, sehingga menabrak dump truck dari belakang.
- Proses pemulihan Gus Hilman menjadi sorotan publik, mengingat posisinya sebagai politisi muda dari Fraksi PKB yang baru menjalani masa tugas.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Muhammad Hilman Mufidi (25) yang akrab disapa Gus Hilman, dilaporkan telah melewati masa kritis setelah mengalami kecelakaan maut di ruas Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) pada Sabtu (23/5). Insiden tersebut menewaskan dua stafnya dan melukai dua orang lainnya, termasuk sang sopir.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengonfirmasi bahwa kondisi Gus Hilman kini menunjukkan perkembangan positif. “Alhamdulillah sudah melewati masa kritis. Kita doakan bersama,” ujarnya saat dihubungi awak media, Minggu (24/5). Lalu juga meminta doa agar putra Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid itu dapat segera pulih dan kembali menjalankan tugas konstitusionalnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Aipda Taufik, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan sementara, kecelakaan dipicu oleh hilangnya konsentrasi pengemudi. “Kemungkinan kurang konsentrasi atau sopirnya diduga ngantuk sehingga menabrak kendaraan yang ada di depannya berupa dump truck,” katanya. Kronologi menunjukkan mobil Innova melaju dari timur ke barat dalam kecepatan tinggi dan tidak terkendali, lalu menghantam bagian belakang kanan dump truck yang berada di lajur kiri.
Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan. Total ada empat orang di dalam mobil Innova tersebut. Dua korban tewas merupakan staf Gus Hilman yang turut mendampingi perjalanan dinas. Sementara itu, Gus Hilman dan sopirnya kini menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetomo. Publik pun menanti perkembangan lebih lanjut terkait kondisi politisi muda yang baru beberapa bulan menjabat sebagai anggota DPR ini.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan berkendara, terutama bagi para pejabat publik yang kerap melakukan perjalanan jarak jauh. Diharapkan investigasi menyeluruh dapat mengungkap faktor-faktor yang berkontribusi agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.



