PPIH Siapkan Badal Haji untuk Jemaah WNI yang Wafat di Makkah
Baca dalam 60 detik
- Petugas haji akan melaksanakan badal haji bagi Muhammad Firdaus, jemaah asal Jakarta yang meninggal di Makkah.
- Jemaah tersebut dilaporkan hilang selama sepekan sebelum jenazahnya ditemukan tanpa identitas di rumah sakit.
- Kasus ini menyoroti pentingnya prosedur identifikasi dan perlindungan bagi jemaah lanjut usia selama ibadah haji.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan akan menunaikan badal haji bagi Muhammad Firdaus (72), jemaah calon haji asal Jakarta yang meninggal dunia di Tanah Suci. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan rangkaian ibadah.
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh Hasan Affandi, menjelaskan bahwa proses badal haji akan dilakukan oleh petugas yang ditunjuk langsung oleh PPIH. "Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (22/5).
Proses pencarian Firdaus melibatkan petugas haji dan otoritas setempat selama hampir sepekan. Tim Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Daerah Kerja Makkah bersama istri almarhum, Nafsiah Nawan, melakukan identifikasi di rumah sakit setelah menerima laporan adanya jenazah tanpa identitas. Nafsiah kemudian memastikan bahwa jenazah tersebut adalah suaminya.
Kasus ini menyoroti kerentanan jemaah lanjut usia yang menjalani ibadah haji tanpa pendampingan optimal. Firdaus pergi sendirian tanpa alat komunikasi, sehingga memperlambat proses pelacakan. PPIH mengimbau seluruh jemaah, terutama lansia, untuk selalu membawa identitas dan perangkat komunikasi guna memudahkan koordinasi jika terjadi keadaan darurat.
PPIH Arab Saudi menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Firdaus. "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kami segenap PPIH Arab Saudi menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan," ujar Hasan.
Ke depan, pemerintah diharapkan dapat memperkuat sistem perlindungan jemaah, termasuk pemantauan pergerakan jemaah lansia dan penyediaan layanan darurat yang lebih responsif. Badal haji menjadi salah satu solusi, namun pencegahan kehilangan dan kematian tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.



