Peru Resmi Tetapkan Putaran Kedua Pilpres: Fujimori vs Sanchez pada 7 Juni
Baca dalam 60 detik
- Komisi Pemilihan Umum Peru mengesahkan hasil akhir putaran pertama pilpres, memastikan Keiko Fujimori dan Roberto Sanchez maju ke putaran kedua pada 7 Juni.
- Lebih dari 70% pemilih tidak memilih kedua kandidat di putaran pertama, memaksa Fujimori dan Sanchez mencari koalisi untuk memenangkan kontestasi.
- Pilpres kali ini berlangsung di tengah krisis politik berkepanjangan yang telah menelan delapan presiden dalam satu dekade terakhir.

Otoritas pemilu Peru secara resmi mengonfirmasi hasil akhir putaran pertama pemilihan presiden yang digelar awal April lalu. Keiko Fujimori dan Roberto Sanchez dipastikan akan bertarung pada putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Juni mendatang. Keputusan ini diumumkan oleh National Elections Board setelah tidak ada kandidat yang berhasil meraih lebih dari separuh suara sah.
Fujimori, anggota kongres berusia 50 tahun yang juga putri dari mendiang Presiden Alberto Fujimori, mengumpulkan sekitar 2,8 juta suara atau 17,19% dari total suara. Ini merupakan keempat kalinya ia melaju ke putaran kedua pemilihan presiden. Sementara itu, Sanchez dari partai Juntos por el Peru, yang pernah menjabat sebagai menteri perdagangan luar negeri di bawah mantan Presiden Pedro Castillo, meraih 2,015 juta suara atau 12,03%.
Kedua kandidat mengalahkan 33 peserta lainnya dengan janji utama memberantas kejahatan yang meroket, isu yang menjadi prioritas utama warga Peru. Negara ini dikenal memiliki ekonomi berbasis pertambangan yang relatif tangguh meskipun dilanda ketidakstabilan politik. Namun, krisis politik yang berkepanjangan telah membuat delapan presiden silih berganti dalam hampir satu dekade terakhir, ditandai dengan konflik antara parlemen dan eksekutif serta protes yang menewaskan 50 demonstran antara 2022 dan 2023.
Dengan fragmentasi suara yang tinggi, Fujimori dan Sanchez kini dihadapkan pada tantangan besar untuk merangkul pemilih dari kandidat yang tersingkir. Koalisi menjadi kunci untuk meraih kemenangan di putaran kedua. Pengamat politik menilai bahwa kemampuan kedua kandidat dalam membangun aliansi akan sangat menentukan hasil akhir.
Ke depan, putaran kedua ini tidak hanya akan menentukan siapa yang memimpin Peru, tetapi juga bagaimana negara tersebut keluar dari krisis politik yang berkepanjangan. Stabilitas politik dan pemulihan kepercayaan publik menjadi agenda krusial yang harus segera diatasi oleh presiden terpilih nanti.



