Comeback Epik: Jalen Brunson Bawa Knicks Balikkan Defisit 22 Poin di Kuartal Keempat
Baca dalam 60 detik
- New York Knicks mencatat comeback bersejarah dengan membalikkan defisit 22 poin di kuartal keempat untuk mengalahkan Cleveland Cavaliers 101-101 di waktu reguler dan menang di perpanjangan waktu.
- Jalen Brunson menjadi motor kebangkitan dengan total 38 poin, memimpin serangan yang menutup kuartal keempat dengan skor 18-1 dan mengirim pertandingan ke overtime.
- Kemenangan ini memperpanjang rekor kemenangan beruntun Knicks menjadi delapan pertandingan dan mendekatkan mereka ke final NBA pertama sejak 1999.

New York Knicks menorehkan salah satu comeback terbesar dalam sejarah playoff NBA setelah berhasil membalikkan defisit 22 poin di kuartal keempat untuk mengalahkan Cleveland Cavaliers dengan skor 101-101 di waktu reguler dan menang di perpanjangan waktu pada pertandingan pertama final Wilayah Timur, Senin (15/5) waktu setempat.
Knicks tertinggal 93-71 dengan sisa waktu kurang dari delapan menit di kuarter keempat. Namun, Jalen Brunson memicu serangan bertubi-tubi ke arah keranjang yang mengubah jalannya pertandingan. New York menutup kuarter keempat dengan laju 18-1, dan Brunson menyamakan kedudukan menjadi 101-101 melalui tembakan kritis dengan 19 detik tersisa. Sorak sorai penonton di Madison Square Garden meledak saat pertandingan memasuki perpanjangan waktu.
Di overtime, Knicks langsung tancap gas dengan memimpin 9-0, memanfaatkan momentum dari kuarter keempat. OG Anunoby, yang baru pulih dari cedera hamstring kanan, tampil dominan dengan sembilan poin di perpanjangan waktu. "Saya hanya bermain keras dan agresif," ujar Anunoby seusai pertandingan. Pelatih Knicks, Mike Brown, memuji fleksibilitas defensif yang diberikan Anunoby, yang memungkinkan tim melakukan berbagai skema pertahanan.
Di kubu Cavaliers, kekalahan ini menjadi pukulan telak setelah mereka tampil dominan selama tiga kuarter. Pelatih Kenny Atkinson mengakui, "Kami bermain sangat bagus selama tiga kuarter. Sayangnya, di kuarter keempat, mereka mendominasi kami." Donovan Mitchell, yang mencetak 29 poin, menolak menyalahkan James Harden atas kekalahan tersebut. "Ini bukan kesalahan satu orang, ini kesalahan kita semua," tegas Mitchell.
"Tidak ada rahasia: Kami menyerang Harden. Kadang Anda harus melakukan apa yang diminta permainan, dan mereka juga mencoba hal yang sama dengan Jalen. Kami merasa bisa memainkan permainan itu," kata pelatih Mike Brown.
Kemenangan ini memperpanjang rekor kemenangan beruntun Knicks menjadi delapan pertandingan dan membawa mereka selangkah lebih dekat ke final NBA pertama sejak 1999. Dengan keunggulan 1-0 di seri ini, New York menunjukkan bahwa mereka memiliki mentalitas juara yang pantang menyerah. Pertandingan kedua akan digelar di Madison Square Garden, dan Cavaliers harus segera bangkit jika ingin menjaga asa mereka.



