Tri Tito Dorong Kader PKK Jadi Garda Depan Edukasi Pangan Laut Aman dan Bergizi
Baca dalam 60 detik
- Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian menginstruksikan kader PKK di Alor untuk menjadi motor edukasi pangan aman berbasis hasil laut.
- Inovasi pengolahan ikan dinilai krusial untuk meningkatkan minat konsumsi keluarga, terutama anak-anak, di tengah kekayaan laut Indonesia.
- Edukasi keamanan pangan laut juga menyasar perlindungan spesies dilindungi dan kesadaran akan pencemaran lingkungan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6617293/original/083310300_1779449178-Tri_Tito.jpeg)
Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian menyerukan peran aktif kader PKK sebagai agen perubahan dalam edukasi pangan aman dan bergizi, khususnya di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Seruan ini disampaikan dalam acara Edukasi Konsumsi Ikan Aman dan Sehat untuk Mendukung Pola Makan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang digelar Kamis (21/5/2026) di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor.
Tri menekankan bahwa kekayaan hasil laut Indonesia yang melimpah harus diimbangi dengan pengetahuan pengolahan yang tepat. Banyak masyarakat masih mengolah ikan secara monoton—hanya digoreng atau dibakar—sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan daya tarik konsumsi ikan, terutama bagi anak-anak. "Dengan edukasi ini, kita bisa mengolah bahan makanan dari sumber ikan menjadi lebih enak sehingga anak-anak senang mengonsumsinya," ujar Tri.
Lebih jauh, ia menyoroti perubahan lingkungan dan pencemaran laut sebagai faktor yang memperkuat urgensi edukasi keamanan pangan. Masyarakat harus mampu membedakan jenis ikan yang aman dikonsumsi serta memahami pentingnya menjaga kelestarian ekosistem. Tri juga mengingatkan bahwa sejumlah spesies laut telah masuk kategori dilindungi akibat eksploitasi berlebihan. "Kita bisa beramai-ramai mengimbau tidak mengonsumsi ikan-ikan yang terlarang dan mengimbau nelayan agar tidak menangkap spesies dilindungi," tegasnya.
Tri berharap kegiatan edukasi B2SA dapat berlangsung berkelanjutan dengan kolaborasi semua pemangku kepentingan. Dengan pendekatan berbasis potensi lokal, kader PKK diharapkan mampu menyebarluaskan pengetahuan tentang pangan sehat, bergizi, seimbang, dan aman secara lebih luas. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus melestarikan sumber daya laut.
Ke depan, inisiatif seperti ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong kesadaran ekologis dalam memanfaatkan hasil laut. Dengan peran strategis kader PKK sebagai ujung tombak, transformasi kebiasaan konsumsi pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan dapat terwujud.



