Stephen Colbert Ungkap "Celebrity Crush" yang Membuatnya Salah Tingkah di Late Show: "Saya Tidak Tahu Harus Berbuat Apa"
Baca dalam 60 detik
- Stephen Colbert mengaku sangat terpesona oleh Michelle Williams saat wawancara di The Late Show.
- Ia juga pernah merasa sangat gugup saat bertemu Rachel Weisz di masa lalu.
- Di tengah candaan tersebut, Colbert menegaskan cintanya yang tak tergantikan untuk istrinya, Evelyn.

Meskipun dikenal sebagai pembawa acara yang cerdas dan tenang, Stephen Colbert baru-baru ini berbagi cerita tentang momen di mana ia merasa sangat terpesona oleh salah satu tamunya. Dalam podcast Strike Force Five, ia mengakui bahwa aktris Michelle Williams sempat membuatnya kehilangan kata-kata saat pertama kali bertemu di tahun 2016.
Selebriti yang Membuat Colbert Terpukau:
- Michelle Williams: Colbert mengaku sangat tertarik pada aura dan kecantikan bintang Manchester By The Sea tersebut hingga ia merasa harus menghindari kontak mata langsung selama wawancara agar tetap profesional.
- Rachel Weisz: Sebelum Michelle, Colbert mengakui pernah memiliki "masalah" serupa dengan Rachel Weisz. Ia bahkan merasa takut akan mengatakan hal bodoh jika berada di dekat aktris tersebut.
Kesetiaan di Tengah "Celebrity Crush"
Meskipun memiliki kekaguman pada beberapa selebriti, Colbert tetap menegaskan bahwa istri setianya, Evelyn, adalah segalanya baginya.
| Subjek | Komentar Stephen Colbert |
|---|---|
| Michelle Williams | "Sesuatu tentang auranya, wajahnya, semuanya. Dia sangat cantik." |
| Evelyn Colbert (Istri) | "Sama sekali tidak ada orang yang mendekati (Evelyn). Ide menghabiskan hidup tanpanya adalah kesepian yang tak terbayangkan." |
| Masa Depan Acara | Colbert bersiap untuk mengakhiri The Late Show minggu depan setelah pembatalan oleh CBS. |
"Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan bola mata saya saat Michelle Williams hadir untuk pertama kalinya. Saya berpikir, 'Sial, ada apa dengan kepala saya? Lebih baik saya tidak menatapnya langsung selama wawancara ini!'" ungkap Stephen Colbert sembari tertawa.
Cerita ini dibagikan Colbert bersama rekan-rekannya seperti Jimmy Kimmel dan Jimmy Fallon sebagai bentuk nostalgia menjelang episode terakhir acaranya. Pengakuan ini menunjukkan sisi manusiawi dari seorang pembawa acara legendaris yang tetap bisa merasa gugup di hadapan bintang besar, meski ia sendiri telah memandu ribuan wawancara selama bertahun-tahun.



