Gaya Hidup Mewah Meghan Markle Picu Kekhawatiran Keamanan di Tengah Promosi As Ever
Baca dalam 60 detik
- Penampilan Meghan Markle dengan perhiasan dan busana mewah senilai hampir $110.000 dalam kampanye As Ever memicu diskusi tentang risiko keamanan pribadi.
- Seorang konsultan keamanan menilai bahwa pajangan kekayaan berlebihan dapat meningkatkan kerentanan figur publik terhadap ancaman seperti penculikan atau perampokan.
- Isu ini muncul di tengah pertarungan hukum Pangeran Harry terkait pengamanan keluarganya saat berkunjung ke Inggris, memperumit citra publik pasangan tersebut.

Kampanye promosi terbaru Meghan Markle untuk merek gaya hidupnya, As Ever, kembali menyita perhatian publik. Namun, bukan hanya produk-produk seperti selai, lilin, dan cokelat yang menjadi sorotan, melainkan penampilan Duchess of Sussex yang sarat dengan perhiasan dan busana desainer bernilai puluhan ribu dolar. Gaya glamor ini dilaporkan memicu kekhawatiran baru dari kalangan ahli keamanan.
Seorang konsultan keamanan yang akrab dengan perlindungan selebritas menyatakan kepada RadarOnline.com bahwa tampil dengan barang-barang mewah secara konsisten di media sosial dapat meningkatkan risiko keamanan. “Figur publik dengan profil global seperti Meghan sudah menjadi target perhatian obsesif. Kekayaan yang terlihat jelas dapat memperkuat kekhawatiran tersebut,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ada kekhawatiran Meghan secara tidak sengaja “memasang target di punggungnya” untuk aksi penculikan atau perampokan.
Dalam unggahan Instagram yang dipoles, Meghan terlihat mengenakan berbagai item mewah, mulai dari anting mutiara saat memakan raspberry hingga gaun putih dan kardigan biru yang dipadukan dengan perhiasan Cartier. Beberapa item, seperti kalung berlian dan gaun Oscar de la Renta, merupakan koleksi pribadi yang pernah dikenakan sebelumnya. Alih-alih fokus pada produk As Ever, perhatian publik justru beralih ke koleksi perhiasan Meghan.
Kekhawatiran keamanan ini muncul di tengah situasi yang sudah rumit bagi pasangan Meghan dan Pangeran Harry. Harry masih terlibat dalam pertarungan hukum panjang terkait pengamanan keluarganya saat berkunjung ke Inggris. Ia berargumen bahwa tim keamanan pribadinya di AS tidak memiliki yurisdiksi dan akses intelijen yang memadai di Inggris. Isu “Megxit” pun kembali mencuat, memperkuat dinamika publik yang kontroversial.
Di sisi lain, langkah Meghan mengembangkan merek As Ever menandai fokus barunya pada dunia lifestyle setelah kontrak dengan Netflix berakhir. Sejak mundur dari tugas kerajaan pada 2020, ia dan Harry terus membangun karier independen di AS. Namun, sorotan terhadap gaya hidup mewahnya justru menimbulkan pertanyaan baru tentang keseimbangan antara citra publik dan keamanan pribadi.
Ke depannya, tantangan bagi Meghan adalah bagaimana mempertahankan daya tarik mereknya tanpa memicu risiko keamanan yang tidak perlu. Publik dan pengamat akan terus mengamati apakah ia akan menyesuaikan strategi promosinya atau justru semakin memperkuat citra glamor yang menjadi ciri khasnya.



