Stephen Colbert Pamit dari The Late Show dengan Episode 'Normal' Penuh Kejutan dan Cameo Bintang
Baca dalam 60 detik
- Pembawa acara Stephen Colbert mengakhiri masa baktinya di The Late Show dengan episode reguler yang diisi kejutan cameo selebritas dan wawancara bersama Sir Paul McCartney.
- Episode tersebut menyajikan parodi lubang cacing interdimensional yang mengancam seluruh komedi larut malam, dihadiri oleh para host ternama seperti Jon Stewart dan Jimmy Fallon.
- Penampilan penutup berupa lagu 'Hello, Goodbye' dari McCartney dan band, serta adegan simbolis bangunan studio tersedot ke dalam bola salju, menandai akhir era acara tersebut.

Stephen Colbert resmi mengakhiri perjalanannya sebagai pembawa acara The Late Show di CBS pada Kamis malam (26/5) dengan sebuah episode yang sengaja dirancang 'normal' namun sarat kejutan. Dalam penampilan terakhirnya, komedian berusia 62 tahun itu tetap setia pada format monolog berita khasnya, tetapi sesekali diselingi interupsi dari para bintang yang duduk di antara penonton, termasuk Bryan Cranston, Paul Rudd, dan Tim Meadows.
Colbert mengaku awalnya berencana menutup acara dengan 'spesial besar', namun tim produksi akhirnya menyadari bahwa setiap episode sejatinya sudah istimewa. "Cara terbaik untuk merayakan adalah dengan melakukan acara normal dan membicarakan percakapan nasional," ujarnya dalam monolog pembuka. Keputusan ini menjadi cerminan pendekatan Colbert yang selalu mengedepankan humor cerdas dan relevansi isu terkini.
Puncak kejutan terjadi ketika Colbert berpura-pura menghadapi 'gangguan teknis' dan berjalan ke belakang panggung, hanya untuk menemukan lubang cacing interdimensional. Neil deGrasse Tyson yang muncul sebagai cameo menjelaskan bahwa fenomena tersebut muncul akibat kontradiksi antara rating tinggi The Late Show dan keputusan pembatalannya—sebuah metafora yang mengundang tawa sekaligus refleksi. Lubang cacing itu kemudian 'menelan' Tyson dan memicu kedatangan para host larut malam lainnya: Jon Stewart, John Oliver, Seth Meyers, Jimmy Kimmel, dan Jimmy Fallon—yang acaranya sengaja menayangkan ulang sebagai bentuk solidaritas.
"Lubang itu ada di sini, tapi kau tidak bisa mengabaikannya. Pertanyaan sebenarnya adalah bagaimana melewatinya," kata Jon Stewart dalam salah satu dialog yang sarat makna.
Setelah serangkaian kejutan, Colbert tampil bersama Elvis Costello dan mantan bandleader Jon Batiste, sebelum Sir Paul McCartney naik panggung untuk membawakan lagu legendaris The Beatles, "Hello, Goodbye". Momen tersebut menjadi klimaks emosional yang mengingatkan penonton pada perjalanan panjang Colbert di dunia hiburan malam. Saat McCartney mematikan lampu teater, lubang cacing kembali muncul dan menyedot seluruh bangunan Ed Sullivan Theater, meninggalkan replika miniatur dalam bola salju di trotoar—sebuah alegori tentang kenangan yang tersimpan rapi.
Penutup yang tak kalah mengharukan adalah kemunculan anjing kesayangan Colbert, Benny, yang mengendus-endus bola salju tersebut, sementara suara Colbert terdengar dari luar kamera memanggilnya. Adegan ini seolah menegaskan bahwa di balik segala hiruk-pikuk industri hiburan, ada momen-momen sederhana yang justru paling berharga. Dengan episode ini, Colbert tidak hanya mengucapkan selamat tinggal, tetapi juga meninggalkan pesan bahwa setiap akhir adalah awal dari sesuatu yang baru—entah itu dalam bentuk bola salju atau lubang cacing.



