Dua Lipa Gugat Samsung $15 Juta: Tuding Penggunaan Foto Tanpa Izin pada Kemasan Produk TV
Baca dalam 60 detik
- Dua Lipa menggugat Samsung sebesar $15 juta karena foto dirinya muncul di kotak TV tanpa izin.
- Samsung dianggap menggunakan citra Dua Lipa secara ilegal untuk meningkatkan penjualan TV.
- Gugatan diajukan setelah Samsung menolak permintaan berhenti menggunakan foto tersebut sejak tahun lalu.

Bintang pop Inggris, Dua Lipa, resmi mengajukan gugatan hukum terhadap Samsung Electronics dengan tuntutan ganti rugi minimal $15 juta (sekitar Rp240 miliar). Gugatan ini dipicu oleh dugaan penggunaan foto dirinya tanpa izin untuk kepentingan pemasaran produk televisi Samsung.
Poin Utama Gugatan:
- Penggunaan Gambar: Samsung dituding memasang foto hak cipta Dua Lipa pada kardus kemasan televisi yang dijual secara ritel untuk menciptakan kesan seolah-olah sang bintang memberikan dukungan (endorsement).
- Identitas Foto: Gambar yang dipermasalahkan berjudul "Dua Lipa - Backstage at Austin City Limits, 2024", di mana seluruh hak ciptanya dimiliki sepenuhnya oleh pelantun lagu "Levitating" tersebut.
- Pelanggaran Hak: Selain pelanggaran hak cipta dan merek dagang, Samsung juga dituduh melanggar hak publisitas dan menyebabkan penurunan nilai (dilusi) identitas merek Dua Lipa.
Kronologi dan Bukti
Kasus ini telah melalui proses teguran internal sebelum akhirnya dibawa ke jalur hukum federal di California.
| Aspek | Detail Keterangan |
|---|---|
| Waktu Gugatan | Diajukan pada Jumat, 8 Mei 2026 di pengadilan federal California. |
| Upaya Mediasi | Pihak Dua Lipa telah meminta Samsung berhenti menggunakan gambar sejak Juni 2025, namun ditolak. |
| Bukti Sosial | Pengacara melampirkan komentar penggemar yang mengaku membeli TV tersebut hanya karena melihat foto Dua Lipa di kotak kemasan. |
"Tindakan Samsung telah menyebabkan dan terus menyebabkan pengenceran identitas merek dan itikad baik komersial dengan menyampaikan secara keliru kepada publik bahwa klien kami menyetujui produk tersebut," ungkap tim hukum Dua Lipa.
Hingga saat ini, perwakilan Samsung Electronics menolak memberikan komentar lebih lanjut terkait litigasi yang sedang berjalan. Kasus ini menjadi sorotan besar di industri teknologi dan hiburan karena menyangkut perlindungan hak citra figur publik terhadap penggunaan komersial oleh perusahaan global tanpa adanya kontrak resmi.



