Kasus Dugaan Penganiayaan ART Erin: Pelapor Klaim Barang Pribadi Dirampas dan Gaji Belum Dibayar
Baca dalam 60 detik
- ART bernama Hera melaporkan Erin atas dugaan penganiayaan dan perampasan barang pribadi (HP, KTP, pakaian).
- Pihak yayasan membantah adanya kompensasi gaji dan menyebut pembayaran sebelumnya hanyalah biaya administrasi yayasan.
- Erin membantah tuduhan tersebut, mengklaim punya bukti CCTV, dan melaporkan balik atas tuduhan fitnah.

Kasus perselisihan antara Rien Wartia Trigina alias Erin dengan asisten rumah tangganya (ART) yang bernama Hera kini memasuki babak baru. Selain dugaan penganiayaan, muncul pengakuan mengenai penahanan barang pribadi serta hak gaji yang belum ditunaikan oleh pihak majikan.
Pengakuan Terbaru dari Hera (ART):
- Bantahan Penyekapan: Hera mengklarifikasi bahwa tidak ada penyekapan, namun terjadi dugaan perampasan barang-barang pribadi miliknya.
- Barang yang Ditahan: Beberapa barang yang diklaim masih tertahan di kediaman Erin meliputi ponsel (HP), pakaian, hingga Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Tunggakan Gaji: Pelapor menyatakan bahwa hingga saat ini dirinya belum menerima pembayaran gaji dari pihak Erin.
Klarifikasi Pihak Yayasan dan Duduk Perkara
Pemilik yayasan penyalur ART turut memberikan penjelasan terkait administrasi dan uang yang sempat diklaim telah dibayarkan oleh pihak majikan.
| Poin Perselisihan | Keterangan |
|---|---|
| Kompensasi | Pihak yayasan menegaskan uang yang dibayarkan di awal adalah biaya administrasi, bukan gaji atau kompensasi untuk Hera. |
| Dugaan Penganiayaan | Hera melaporkan dipukul menggunakan gagang sapu lidi dan ditendang karena pekerjaan rumah dianggap tidak rapi. |
| Pembelaan Erin | Erin membantah tuduhan tersebut dan mengklaim memiliki bukti rekaman CCTV. |
"Barang-barangnya, HP, baju saya masih di sana, sama KTP, gaji pun belum dikasih sampai sekarang," ungkap Hera saat berada di Polres Metro Jakarta Selatan.
Sebagai respons atas laporan tersebut, Erin telah melaporkan balik Hera atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Saat ini, kedua laporan tersebut tengah dalam proses penanganan oleh Polres Metro Jakarta Selatan.



