Taylor Swift Ajukan Merek Dagang Suara dan Citra Diri untuk Tangkal Penyalahgunaan AI
Baca dalam 60 detik
- Taylor Swift mengajukan merek dagang untuk suara (frasa pengenalan diri) dan citra visual (pose konser ikonik) guna melawan penyalahgunaan identitas oleh AI.
- Langkah ini merupakan strategi hukum baru untuk mengontrol kemiripan suara dan gambar selebritas yang semakin mudah dimanipulasi teknologi.
- Sebelumnya, Swift mengalami kegagalan pendaftaran merek dagang untuk nama album The Life Of A Showgirl karena konflik dengan hak pihak lain.

Megabintang pop Taylor Swift mengambil langkah hukum serius untuk melindungi identitas digitalnya. Melalui perusahaannya, TAS Rights Management, Swift telah mengajukan permohonan merek dagang untuk suara dan citra dirinya guna mengantisipasi ancaman penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Detail Permohonan Merek Dagang (24 April 2026):
- Merek Dagang Suara: Mencakup rekaman suara Swift saat mengucapkan frasa "Hey, itβs Taylor Swift" dan "Hey, itβs Taylor".
- Merek Dagang Visual: Citra spesifik dari The Eras Tour yang menampilkan Swift memegang gitar merah muda dengan tali hitam, mengenakan bodysuit warna-warni mengkilap, dan sepatu bot perak.
- Tujuan Utama: Memberikan dasar hukum tambahan untuk menuntut penggunaan suara atau gambar hasil manipulasi AI yang menyerupai dirinya.
Mengikuti Jejak Matthew McConaughey
Langkah Swift ini mengikuti preseden yang ditetapkan oleh aktor Matthew McConaughey, yang tahun lalu mengamankan delapan merek dagang, termasuk audio untuk kalimat ikoniknya "Alright, alright, alright". Pengacara kekayaan intelektual, Josh Gerben, mencatat bahwa kasus Swift dan McConaughey tengah menguji teori baru tentang bagaimana hukum merek dagang akan beroperasi di era AI.
| Aspek Hukum | Analisis Pakar (Josh Gerben) |
|---|---|
| Pelanggaran Suara | Jika AI menggunakan suara yang terdengar seperti merek dagang terdaftar, Swift dapat mengeklaim pelanggaran hak merek dagang. |
| Manipulasi Citra | Perlindungan visual pada pose dan kostum khas memberikan dasar kuat untuk mengejar gambar buatan AI yang membangkitkan kemiripan dirinya. |
Konflik Merek Dagang Sebelumnya
Sebelum pengajuan ini, Swift terlibat perselisihan hukum terkait albumnya yang bertajuk The Life Of A Showgirl yang dirilis pada Oktober 2025. Penulis Maren Wade menggugat Swift karena nama album tersebut dianggap melanggar merek dagang miliknya, Confessions of a Showgirl. Akibat kemiripan tersebut, permohonan merek dagang Swift untuk nama album itu ditolak oleh Kantor Paten dan Merek Dagang AS.



