Lebih dari Setengah Juta Warga Skotlandia Jadi Korban Penipuan Siber yang Kejam dalam Setahun
Baca dalam 60 detik
- Lebih dari 529.000 warga Skotlandia menjadi korban penipuan online dalam setahun terakhir, dengan ribuan orang kehilangan uang dalam jumlah besar.
- Penjahat siber kini menggunakan teknologi AI dan deepfake untuk meniru tokoh publik seperti Martin Lewis guna mempromosikan investasi palsu.
- Selain investasi, modus lain yang marak adalah penjualan tiket konser palsu dan situs web bantuan pemerintah bodong yang mencuri data perbankan.

Laporan terbaru dari The Mail on Sunday mengungkapkan data yang mengejutkan: lebih dari 529.000 warga Skotlandia telah menjadi korban penjahat siber dalam setahun terakhir. Para pelaku menggunakan berbagai metode canggih, mulai dari identitas palsu hingga teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menguras tabungan korban.
Statistik Penipuan di Skotlandia (2024/25):
- Jumlah Korban: Sekitar 529.000 orang (11,5% dari populasi orang dewasa).
- Kerugian Besar: Sekitar 28.000 orang kehilangan Β£1.000 (Rp20 juta) atau lebih.
- Kasus Ekstrem: Lebih dari 6.000 orang kehilangan di atas Β£5,000 (Rp100 juta).
- Modus Terbaru: Penggunaan teknologi Deepfake untuk memalsukan identitas tokoh publik.
Ancaman Teknologi Deepfake dan AI
Salah satu tren paling mengkhawatirkan adalah penggunaan video deepfake yang meniru Martin Lewis, penasihat konsumen paling terkenal di Inggris. Video yang dihasilkan AI tersebut memperlihatkan Lewis seolah-olah mendukung skema investasi tertentu dan mendesak masyarakat untuk segera menyetor uang.
| Jenis Penipuan | Metode & Target |
|---|---|
| Investasi Palsu | Menggunakan wajah tokoh terkenal (seperti Martin Lewis) untuk meyakinkan korban agar berinvestasi di skema bodong. |
| Tiket Konser Bogus | Menargetkan penggemar acara besar seperti konser Taylor Swift atau Oasis dengan menjual tiket palsu. |
| Website Bantuan Pemerintah | Situs palsu yang memanfaatkan krisis bahan bakar untuk mencuri detail rekening dengan dalih pendaftaran bantuan pemerintah. |
Kasus Tragis: Kerugian Β£2 Juta
Dalam salah satu kasus paling mengejutkan, seorang wanita berusia 86 tahun dari Lanarkshire kehilangan lebih dari Β£2 juta (sekitar Rp40 miliar) dalam skema penipuan emas batangan. Korban dihubungi melalui WhatsApp oleh seseorang yang mengaku sebagai penyelidik otoritas keuangan, yang kemudian menipunya untuk membeli emas batangan dan menyerahkannya kepada kurir palsu.
"Jika itu adalah iklan yang menampilkan saya, itu selalu penipuan, karena saya tidak pernah melakukan iklan," tegas Martin Lewis untuk memperingatkan para penggemarnya agar tidak tertipu video AI.
Kepolisian Skotlandia mendesak semua korban untuk selalu melaporkan kasus penipuan siber. Meskipun kelompok kejahatan terorganisir menggunakan teknologi untuk menargetkan individu yang rentan di rumah mereka, kerja sama dengan mitra penegak hukum di seluruh Inggris terus dilakukan untuk mengganggu aktivitas kriminal ini.



