Meksiko Perketat Keamanan di Situs Wisata Usai Penembakan Piramida: Dua Bulan Sebelum Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Insiden Langka Guncang Situs Warisan Dunia: Seorang penembak tunggal melepaskan tembakan dari atas piramida Teotihuacan, menewaskan satu turis Kanada dan melukai belasan lainnya, hanya kurang dari dua bulan sebelum Piala Dunia digelar.
- Pemerintah Kerahkan 100.000 Personel Keamanan: Sebagai respons, Meksiko meningkatkan patroli National Guard, memperkuat pemeriksaan di situs arkeologi, dan menambah sistem pengawasan drone untuk mengamankan destinasi wisata utama.
- Citra Keamanan Meksiko Terancam: Analis memperingatkan bahwa insiden ini memperkuat persepsi negatif tentang keamanan Meksiko, merusak narasi Presiden Sheinbaum bahwa negaranya aman bagi wisatawan dan pengunjung Piala Dunia.

Pemerintah Meksiko mengumumkan peningkatan keamanan di situs-situs wisata setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah turis di kawasan piramida Teotihuacan, kurang dari dua bulan sebelum Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar bersama AS dan Kanada. Insiden pada Senin (20/4) itu menewaskan satu wisatawan asal Kanada dan melukai belasan lainnya. Pelaku yang bertindak sendirian dari atas salah satu piramida—Situs Warisan UNESCO dan salah satu atraksi wisata paling ramai di Meksiko—juga dilaporkan membawa materi terkait pembantaian Columbine 1999 di Colorado.
Presiden Claudia Sheinbaum mengakui bahwa situs arkeologi tersebut tidak memiliki filter keamanan yang memadai untuk mencegah serangan, namun ia menekankan bahwa insiden ini bersifat "terisolasi" dan belum pernah terjadi sebelumnya di ruang publik seperti itu. Sheinbaum menambahkan bahwa pelaku tampaknya termotivasi oleh "pengaruh luar", terutama tragedi Columbine. Menteri Keamanan Meksiko, Omar García Harfuch, menyatakan bahwa pasukan keamanan telah diperintahkan untuk "segera memperkuat keamanan" di situs arkeologi dan destinasi wisata utama di seluruh negeri. Langkah-langkahnya meliputi peningkatan kehadiran National Guard, pemeriksaan keamanan yang lebih ketat, dan penguatan sistem pengawasan untuk mengidentifikasi serta mencegah ancaman terhadap warga dan pengunjung.
Dari perspektif keamanan pariwisata dan manajemen event olahraga mega, insiden ini memicu keraguan terhadap kapasitas Meksiko menjamin keselamatan pengunjung. Meksiko memang sudah lama bergulat dengan kekerasan kartel, terutama di wilayah pedesaan dan strategis. Namun, penembakan massal di ruang publik seperti ini sangat langka dibandingkan AS karena akses senjata yang lebih ketat. Ironisnya, insiden terjadi hanya beberapa hari setelah para legislator setempat mendorong inisiatif untuk menghidupkan kembali pertunjukan cahaya interaktif malam hari di piramida untuk menyambut pengunjung Piala Dunia. Kekerasan di Guadalajara pada Februari lalu—dipicu oleh terbunuhnya bos kartel paling kuat—juga telah memicu gelombang kekhawatiran. Analis keamanan David Saucedo memperingatkan bahwa insiden seperti ini hanya memperkuat citra negatif Meksiko tentang masalah keamanan, merusak narasi yang coba dibangun Presiden Sheinbaum bahwa Meksiko adalah negara yang aman.
"Kejadian seperti yang terjadi kemarin di Teotihuacan secara jelas menunjukkan bahwa aparat keamanan publik kewalahan." — David Saucedo, analis keamanan Meksiko
Ke depan, pemerintah Meksiko menghadapi tantangan besar: memusatkan keamanan di kota-kota tuan rumah dan kawasan wisata seperti Teotihuacan berpotensi mengorbankan wilayah lain yang lebih rawan kejahatan dan sangat membutuhkan polisi serta militer. FIFA sendiri biasanya tidak mengomentari masalah keamanan dan insiden yang terjadi di luar venue turnamen. Namun, Presiden Sheinbaum telah bersumpah bahwa "tidak akan ada risiko" bagi para penggemar yang datang ke turnamen, sementara Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan "keyakinan penuh" pada Meksiko sebagai tuan rumah. Pertanyaannya sekarang: apakah pengerahan 100.000 personel dan sistem pengawasan canggih akan cukup mencegah insiden serupa di masa depan? Atau apakah insiden Teotihuacan hanyalah awal dari serangkaian tantangan keamanan yang akan menghantui Piala Dunia 2026? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi yang pasti, tekanan pada pemerintah Sheinbaum kini meningkat secara eksponensial.



