Tragis! Sedekade Pasca Dongeng Juara Liga Premier, Leicester City Terdegradasi ke Kasta Ketiga
Baca dalam 60 detik
- Sepuluh tahun usai secara mengejutkan menjuarai Liga Premier Inggris, Leicester City kini resmi terdegradasi ke League One (kasta ketiga).
- Kepastian turun kasta ini terjadi setelah The Foxes ditahan imbang 2-2 oleh Hull City, ditambah beban hukuman pengurangan enam poin akibat pelanggaran aturan finansial di awal musim.
- Keterpurukan ini memicu kemarahan suporter terhadap pemilik klub, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, dan menandai kejatuhan drastis klub yang juga sempat menjuarai Piala FA pada 2021 tersebut.

Sepuluh tahun setelah mencetak sejarah fenomenal dengan menjuarai Liga Premier Inggris sebagai tim non-unggulan di bawah asuhan Claudio Ranieri, nasib kelam menghampiri Leicester City. The Foxes kini resmi terdegradasi ke League One, kompetisi kasta ketiga sepak bola Inggris, pada akhir musim yang sangat mengecewakan ini.
Fakta Kunci Degradasi Leicester City:
- Laga Penentu: Leicester dipastikan turun kasta dari kompetisi Championship setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Hull City pada hari Selasa.
- Hukuman Finansial: Keterpurukan mereka musim ini diperparah oleh penalti pengurangan enam poin akibat pelanggaran aturan finansial (FFP).
- Kembali ke Titik Terendah: Ini akan menjadi penampilan pertama Leicester di divisi ketiga Inggris sejak tahun 2009.
Dalam laga penentuan melawan Hull City, Leicester sebenarnya sempat mengawali pertandingan dengan baik. Gol dari Jordan James dan Luke Thomas berhasil membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal oleh gol pembuka Liam Millar. Sayangnya, gol penyeimbang dari Oli McBurnie menjadi pembeda yang menghancurkan sisa-sisa harapan Leicester untuk bertahan di Championship.
"Di luar lapangan, ketegangan juga meningkat, dengan ketua klub Aiyawatt Srivaddhanaprabha mendapat kritik tajam dari para penggemar," tulis laporan tersebut, menyoroti krisis kepemimpinan setelah era mendiang ayahnya, Vichai Srivaddhanaprabha.
Rollercoaster Perjalanan Leicester City (2016-2026)
Jatuh bangun Leicester City dalam satu dekade terakhir menjadi salah satu anomali terbesar dalam sejarah sepak bola modern Inggris. Berikut adalah rekam jejak perjalanan mereka dari puncak kejayaan hingga kembali terjatuh:
| Tahun / Musim | Pencapaian & Keterangan Nasib Klub |
|---|---|
| 2015/2016 | Menciptakan "dongeng" dengan menjuarai Liga Premier Inggris di bawah asuhan pelatih Claudio Ranieri. |
| 2020/2021 | Berhasil meraih trofi Piala FA setelah mengalahkan Chelsea besutan Thomas Tuchel di partai final. |
| 2022/2023 | Masa kejatuhan dimulai, terdegradasi dari Liga Premier ke divisi Championship. |
| 2024/2025 | Setelah sempat promosi, mereka kembali terdegradasi dari Liga Premier. Manajer Steve Cooper dipecat dan penggantinya, Ruud van Nistelrooy, gagal menyelamatkan tim. |
| Musim Ini (2025/2026) | Menerima pengurangan poin dan resmi terdegradasi dari Championship ke kasta ketiga (League One). |
Degradasi beruntun yang dialami Leicester City ini mengakhiri era keemasan klub yang pernah sukses mengguncang sepak bola Eropa dengan menembus perempat final Liga Champions. Kini, manajemen harus menghadapi pekerjaan rumah yang sangat besar untuk merestrukturisasi tim dan meredam amarah para penggemar yang kecewa.



