Kehilangan Cahaya, Blake Lively dan Ryan Reynolds Berencana Tinggalkan Amerika Serikat di Tengah Skandal Hukum
Baca dalam 60 detik
- Perseteruan hukum yang panjang dengan Justin Baldoni telah menguras energi Blake Lively, membuat aktris tersebut dilaporkan kehilangan "cahaya"-nya dan hidup lebih tertutup bersama suaminya, Ryan Reynolds.
- Skandal ini sangat berdampak pada karier Lively di Hollywood; ia dilaporkan dijauhi oleh industri dengan banyaknya proyek film yang dibatalkan atau terhenti produksinya, ditambah dengan retaknya persahabatannya dengan Taylor Swift.
- Menghadapi boikot industri dan pengadilan yang semakin memberatkan, Lively dan Reynolds kini dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk pindah dan menetap di Inggris demi membangun kembali reputasi dan karier mereka dari awal.

Kehidupan gemerlap Blake Lively yang sering terlihat berpesta bersama sahabat sejatinya, Taylor Swift, kini hanyalah kenangan. Perseteruan hukum yang berlarut-larut dengan sutradara sekaligus lawan mainnya di film It Ends with Us, Justin Baldoni, dilaporkan telah sangat menguras fisik, mental, dan karier dari aktris berusia 38 tahun tersebut.
Fakta Kunci Skandal Lively vs. Baldoni:
- Awal Perseteruan: Pada 31 Desember 2024, Lively menggugat Baldoni atas tuduhan pelecehan seksual dan kampanye hitam. Baldoni membalas dengan gugatan balik senilai 400 juta dolar AS yang menuduh Lively dan suaminya, Ryan Reynolds, mencoba menghancurkan kariernya.
- Keterlibatan Taylor Swift: Nama Taylor Swift terseret ke dalam kasus ini setelah pesan teks yang belum disegel bocor. Pesan tersebut menunjukkan adanya dugaan persekongkolan antara Lively dan Swift untuk menjatuhkan Baldoni dalam proses produksi film. Sejak saat itu, Lively dan Swift tidak pernah terlihat bersama lagi.
- Status Hukum Terkini: Awal bulan ini, Hakim Lewis Liman menolak klaim pelecehan seksual yang diajukan Lively terhadap Baldoni secara pribadi, menyisakan hanya 3 dari 13 klaim awal yang masih bertahan di pengadilan.
Kelelahan menghadapi tekanan publik dan proses hukum yang berlarut-larut membuat Lively dan Reynolds kini hidup lebih tertutup. Menurut sumber terdekat yang berbicara kepada Daily Mail, pasangan yang dulunya dikenal sangat ramah dan ceria ini kini telah kehilangan "percikan" mereka dan jarang mengadakan pesta makan malam seperti sedia kala.
"Saya rasa dia [Lively] sangat lelah. Ini telah menguras banyak tenaganya. Dia tidak selalu ada saat Anda berbicara dengannya... Blake dan Ryan bahkan mendiskusikan rencana untuk pindah ke Inggris [UK]," ungkap seorang sumber dalam menyoroti kondisi psikologis sang aktris.
Dampak Terhadap Karier dan Rencana Relokasi
Skandal ini tidak hanya berdampak pada kehidupan pribadi, tetapi juga memukul keras karier profesional Lively di Hollywood. Berikut adalah rincian dampak skandal terhadap proyek filmnya dan rencana relokasi keluarga:
| Aspek Terdampak | Keterangan & Rencana Ke Depan |
|---|---|
| Proyek Film Mandek | Sejak drama Baldoni meledak, Lively dilaporkan dijauhi oleh industri Hollywood. Banyak proyek dari rumah produksinya (B for Effort), seperti debut penyutradaraannya 'Seconds' dan peran di 'Proxy', kehilangan status dan tidak ada pembaruan sejak awal 2025. |
| Rencana Pindah ke Inggris | Pasangan ini mempertimbangkan untuk pindah ke Inggris, di mana Ryan Reynolds memiliki kedekatan emosional (sebagai salah satu pemilik klub sepak bola Wrexham AFC). Inggris dianggap sebagai tempat bagi Lively untuk me-rebrand dirinya dan mendapatkan "kesempatan kedua" dari sineas Eropa. |
| Kendala Relokasi | Satu-satunya hal yang menunda kepindahan mereka adalah keempat anak mereka, yang kehidupan sekolah dan pertemanannya sudah sangat berakar di Amerika Serikat. |
Meskipun sidang persidangan rencananya akan digelar pada bulan Mei 2026, sumber dalam menyebutkan bahwa apa pun hasil keputusan juri nanti, sangat kecil kemungkinannya reputasi Blake Lively dapat sepenuhnya pulih seperti sedia kala di mata publik maupun industri Hollywood.



