Lizzo Bantah Keras Tudingan Bermusuhan dengan Taylor Swift: Saya Tak Pernah Mencela Artis Lain
Baca dalam 60 detik
- Lizzo secara terbuka membantah telah berbicara buruk tentang Taylor Swift atau artis lainnya, menyebut tuduhan itu tidak berdasar.
- Pernyataan tersebut muncul setelah seorang pengguna X mengaitkan unggahan perbandingan album dengan omongan negatif Lizzo terhadap Swift.
- Dalam kesempatan terpisah, Lizzo mengungkapkan bahwa musik membantunya melewati masa depresi dan kini lebih percaya diri dalam berkarya.

Penyanyi Lizzo angkat bicara menepis spekulasi yang menyebut dirinya terlibat perseteruan dengan Taylor Swift. Lewat platform X, pelantun "Truth Hurts" itu menegaskan bahwa ia tidak pernah sekalipun mengeluarkan pernyataan negatif tentang Swift maupun artis lainnya.
Semua bermula ketika Lizzo meminta klarifikasi atas unggahan seorang penggemar yang membandingkan angka penjualan album The Life of a Showgirl milik Swift dengan mixtape Lizzo tahun 2025. Seorang pengguna X kemudian menafsirkan unggahan tersebut sebagai bukti bahwa Lizzo telah berbicara buruk tentang Swift. Menanggapi hal itu, Lizzo memberikan sanggahan keras.
“Apa kamu baik-baik saja? Pertama, saya tidak pernah bicara buruk tentang Taylor Swift—juga, selagi kita membahas topik ini, saya tidak pernah bicara buruk tentang artis mana pun. Hanya karena saya menyebut nama artis bukan berarti saya sedang mencela—tolong dewalah,” tulis Lizzo di akun X miliknya.
Insiden ini menyoroti betapa cepatnya spekulasi di media sosial dapat memicu asumsi permusuhan di antara selebritas. Lizzo menilai penggemar kerap terlalu cepat menarik kesimpulan tanpa memahami konteks percakapan. Sikapnya yang tegas menunjukkan komitmen untuk menjaga etika profesional di industri musik yang kerap diwarnai rivalitas.
Di luar kontroversi tersebut, Lizzo juga berbagi pengalaman pribadi tentang peran musik dalam hidupnya. Dalam wawancara dengan Rolling Stone, ia mengakui bahwa musik menjadi penyelamat di saat-saat tergelap, terutama ketika menggarap album Love in Real Life. “Ada momen-momen gelap saat saya merasa tidak sanggup melewati hari, tapi saya harus pergi ke studio,” ungkapnya.
Lizzo juga mengaku dulu kerap mencemaskan lirik lagunya karena takut menyinggung pendengar. Ia mencontohkan proses revisi lirik "Truth Hurts" yang awalnya berbunyi "I will never ever, ever, ever, ever be a side chick" menjadi "I will never ever, ever, ever, ever be your side chick" demi menghindari kesan merendahkan pihak tertentu. Kini, ia merasa lebih nyaman dengan identitas artistiknya dan tidak lagi terlalu khawatir akan reaksi publik.
Ke depan, Lizzo tampaknya akan terus fokus pada karya musiknya tanpa terpengaruh oleh rumor yang beredar. Sikapnya yang lugas dan pengakuannya tentang perjuangan mental memberikan perspektif segar tentang tekanan yang dihadapi seorang artis di era digital.



