CEO Runway: AI Bisa Bantu Hollywood Buat 50 Film Ketimbang Hanya Satu Blockbuster Ratusan Juta Dolar
Baca dalam 60 detik
- CEO Runway, Cristobal Valenzuela, menyarankan agar studio Hollywood mulai menggunakan dana 100 juta dolar AS untuk membuat 50 film menggunakan AI, bukan hanya dihabiskan untuk memproduksi satu film blockbuster.
- Valenzuela menilai bahwa memproduksi lebih banyak film dengan kualitas visual setara berkat AI akan secara signifikan meningkatkan peluang studio untuk mendapatkan film sukses di pasaran.
- Ide ini menantang pandangan tradisional perfilman, dan meskipun dikritik, teknologi ini sudah terbukti memangkas biaya produksi di berbagai tahap dan telah didukung oleh sineas papan atas seperti James Cameron.

CEO sekaligus salah satu pendiri perusahaan startup penghasil video kecerdasan buatan (AI) Runway, Cristóbal Valenzuela, kembali melontarkan gagasan berani yang berpotensi memicu perdebatan di kalangan pekerja kreatif anti-AI. Ia menyarankan agar Hollywood mengubah strategi produksinya secara radikal dengan memanfaatkan teknologi AI.
Fakta Kunci Pernyataan CEO Runway:
- Strategi Kuantitas: Mengusulkan agar studio mengalihkan anggaran raksasa 100 juta dolar AS dari satu film blockbuster untuk memproduksi 50 film dengan kualitas visual yang setara.
- Efisiensi Produksi: Penggunaan AI diklaim sudah mulai menurunkan biaya di berbagai tahap produksi, mulai dari praproduksi, penulisan naskah, perencanaan, hingga eksekusi dan efek visual (VFX).
- Demokratisasi Kreativitas: Valenzuela meyakini bahwa film-film terbaik sebenarnya belum dibuat karena miliaran orang sebelumnya tidak memiliki akses dan dana terhadap teknologi pembuatan film.
Dalam acara Semafor World Economy, eksekutif dari perusahaan yang kini bernilai lebih dari 5 miliar dolar AS tersebut menyatakan bahwa industri perfilman saat ini bisa direduksi menjadi semacam "permainan angka". Dengan memproduksi lebih banyak konten menggunakan anggaran yang sama, peluang studio untuk mencetak karya sukses (hit) akan jauh lebih besar.
"Jika Anda menghabiskan seratus juta dolar untuk membuat satu film berdurasi 90 menit, bayangkan mengambil dana tersebut dan menghabiskannya untuk, katakanlah, 50 film. Kualitas yang sama. Jumlah hasil visual yang sama. Namun Anda membuat jauh lebih banyak konten. Jadi peluang Anda untuk sukses jauh lebih besar," ujar Valenzuela.
Implementasi AI di Perfilman Saat Ini
Gagasan efisiensi Valenzuela rupanya bukan sekadar teori. Pergeseran tren ke arah produksi berbasis AI telah mulai diadopsi oleh sejumlah nama besar di industri hiburan demi menekan ongkos produksi. Berikut adalah beberapa contoh nyata penerapannya:
| Proyek / Pihak Terlibat | Dampak & Penggunaan AI |
|---|---|
| Film "Bitcoin: Killing Satoshi" | Diantisipasi menjadi film fitur AI berkualitas studio pertama. Penggunaan AI sukses menekan biaya produksi dari estimasi awal 300 juta dolar AS menjadi hanya sekitar 70 juta dolar AS. |
| Amazon & Sony Pictures | Telah mulai menggunakan teknologi AI secara aktif untuk memangkas biaya produksi program televisi dan lini film layar lebar mereka. |
| James Cameron | Sutradara legendaris ini secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap AI sebagai instrumen untuk mempertahankan produksi film berskala besar tanpa harus melakukan PHK besar-besaran. |
Meskipun para kritikus berpendapat bahwa produksi masal menggunakan AI tidak akan secara otomatis menghasilkan karya seni yang hebat, pihak Runway tetap optimis. Menurut Valenzuela, krisis kreativitas di industri saat ini justru terjadi karena insentif ekonomi dari cara pembuatan konten konvensional yang terlalu mahal dan membatasi peluang bagi kreator baru.



