Take-Two Interactive Lakukan PHK Terhadap Tim AI, Masa Depan Kecerdasan Buatan di Perusahaan Dipertanyakan
Baca dalam 60 detik
- Take-Two Interactive (perusahaan induk Rockstar Games) melakukan PHK terhadap staf dari divisi Artificial Intelligence (AI) mereka.
- Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Luke Dicken, mantan Head of AI Take-Two, yang menyatakan bahwa ia dan rekan-rekan di timnya kehilangan pekerjaan mereka.
- PHK ini memunculkan ironi, mengingat CEO Strauss Zelnick sebelumnya pernah menyatakan bahwa AI tidak akan menyebabkan hilangnya lapangan kerja di perusahaannya, dan dugaan sementara langkah ini diambil sebagai kebijakan efisiensi biaya umum.

Take-Two Interactive, raksasa industri game di balik studio ternama seperti Rockstar (Grand Theft Auto) dan Gearbox (Borderlands), dilaporkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap staf di departemen Artificial Intelligence (AI) mereka. Langkah ini mengejutkan publik, mengingat sebelumnya CEO Take-Two, Strauss Zelnick, sempat menyatakan komitmen perusahaan terhadap pengembangan AI generatif.
Kabar ini pertama kali mencuat melalui unggahan LinkedIn dari mantan Kepala AI Take-Two, Luke Dicken, pada 2 April 2026. Dicken, yang sebelumnya sukses membangun tim AI di Zynga sebelum diakuisisi oleh Take-Two pada tahun 2022, mengonfirmasi bahwa ia dan sejumlah rekannya terdampak oleh gelombang PHK ini. Meski jumlah pasti karyawan yang dirumahkan tidak disebutkan, pernyataan Dicken mengindikasikan bahwa sebagian besar, atau bahkan seluruh tim AI tersebut, terkena dampaknya.
Fakta PHK Tim AI Take-Two:
- Perusahaan: Take-Two Interactive (Induk perusahaan Rockstar Games & 2K).
- Departemen Terdampak: Tim Artificial Intelligence (AI).
- Tokoh Kunci: Luke Dicken (Mantan Head of AI Take-Two).
- Konteks: Terjadi di tengah persiapan peluncuran game besar seperti GTA 6 dan Borderlands 4, serta upaya efisiensi biaya perusahaan.
Hubungan Take-Two dengan teknologi AI belakangan ini memang tampak ambigu. Di satu sisi, Zelnick berulang kali meyakinkan investor mengenai potensi AI generatif. Namun di sisi lain, ia kerap mengkritik penggunaan teknologi tersebut dalam pengembangan game secara praktis. Awal tahun 2025 lalu, Zelnick bahkan menyebut AI sebagai sebuah "oksimoron" dan berjanji bahwa teknologi itu tidak akan memicu pengurangan tenaga kerja di perusahaannya—sebuah pernyataan yang kini terdengar ironis mengingat tim AI itu sendiri yang akhirnya dipangkas.
"Secara teknis, AI belum menggantikan pekerja mana pun di Take-Two, namun raksasa game ini pada kenyataannya justru mengurangi jumlah karyawan yang secara khusus bekerja untuk mengembangkan teknologi tersebut."
Latar Belakang Efisiensi Take-Two Interactive
| Tahun | Kebijakan / Peristiwa Kunci |
|---|---|
| 2022 | Mengakuisisi Zynga, membawa Luke Dicken dan tim AI-nya ke dalam ekosistem perusahaan. |
| 2024 | Melakukan PHK terhadap 5% tenaga kerja global (menutup Intercept Games) untuk menghemat $165 juta. |
| 2025 | Membentuk departemen AI khusus untuk Take-Two secara keseluruhan yang dipimpin oleh Dicken. |
| April 2026 | Membubarkan/memangkas tim AI, termasuk merumahkan Head of AI. |
Hingga saat ini, pihak Take-Two belum merilis pernyataan resmi mengenai alasan pasti di balik pemangkasan divisi ini. Banyak spekulasi menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya penghematan biaya secara umum di tengah meroketnya biaya produksi game kelas AAA dan melambatnya tingkat belanja konsumen di industri video game.



