Runway AI dan Beberapa Program Sekolah Tisch NYU Jalin Kesepakatan Pemanfaatan Teknologi
Baca dalam 60 detik
- Tisch School of the Arts di NYU bekerja sama dengan Runway AI untuk memberikan akses alat dan kredit AI secara gratis kepada para mahasiswa di program Hypercinema Lab, ITP, dan ITM.
- Inisiatif ini bertujuan agar mahasiswa dapat mencoba mode pembuatan film baru serta menavigasi etika dan batasan antara seni buatan manusia versus bantuan mesin.
- Langkah ini mencerminkan tren "kenormalan baru" (new normal) di sekolah seni masa kini dan menjadi strategi Runway untuk terus masuk ke ekosistem pendidikan serta Hollywood.

Salah satu akademi seni terkemuka di Amerika Serikat, Tisch School of the Arts di New York University (NYU), resmi menjalin kesepakatan dengan Runway AI. Kemitraan ini akan menjadikan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian penting dari kurikulum dengan memberikan pelatihan dan kredit AI secara gratis kepada mahasiswa di sejumlah program inovatif.
Fakta Kunci Kesepakatan NYU Tisch & Runway AI:
- Akses Gratis: Mahasiswa akan mendapatkan kredit pembuatan video menggunakan AI (video-generation) yang biasanya mahal, secara gratis dengan basis yang sangat murah hati.
- Fokus Eksplorasi: Inisiatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi garis batas antara seni yang dipimpin oleh manusia dan seni yang dibantu oleh mesin secara real-time.
- Program yang Terlibat: Saat ini, kesepakatan berlaku untuk program Hypercinema Lab, Interactive Telecommunications Program (ITP), dan Interactive Media Arts (ITM).
Dekan Tisch School of the Arts, Rubén Polendo, menegaskan bahwa program film di NYU tidak pernah bertujuan untuk mencetak mahasiswa yang seragam. Menurutnya, inisiatif ini adalah undangan bagi para mahasiswa untuk menenun proses kreatif mereka sendiri dan mencoba mode kerja yang baru.
Sementara itu, CEO dan salah satu pendiri Runway, Cristóbal Valenzuela (yang juga alumni ITP NYU), melihat pergeseran besar dalam fasilitas sekolah seni. "Dua puluh tahun yang lalu ketika Anda masuk sekolah film atau sekolah seni, hal yang mereka berikan kepada Anda adalah kamera dan mungkin langganan Adobe. Sekarang mereka memberi Anda akses ke Runway, yang memungkinkan Anda melakukan hampir apa pun yang Anda inginkan. Bagi generasi baru, ini adalah kenormalan baru," jelasnya.
Rincian Program Akademik yang Terdampak
| Nama Program | Status & Keterangan |
|---|---|
| ITP & ITM | Tergabung dalam kesepakatan. Program tingkat pascasarjana ini dikenal dengan eksplorasi inovatif di persimpangan teknologi, seni, dan media. |
| Hypercinema Lab | Tergabung. Inisiatif universitas yang beroperasi di antara program ITP/ITM dan sekolah film utama. |
| Sekolah Film Utama (Mainline Film School) | Belum tergabung saat ini. Tempat lahirnya sineas ternama seperti Spike Lee, Todd Solondz, dan Kasi Lemmons ini belum masuk dalam kesepakatan spesifik ini. |
"Kami menyambut masa depan. Itulah seluruh proposisi di sini," tegas Dekan Rubén Polendo menanggapi adanya institusi lain yang mungkin menolak ketersediaan alat AI.
Langkah ini semakin memperluas medan pertempuran adopsi AI ke dalam institusi pendidikan. Para pendukung melihat teknologi ini sebagai jalan keluar bagi mahasiswa dengan anggaran terbatas, sementara pihak yang kontra khawatir hal ini akan menurunkan minat pada penguasaan teknik pembuatan film tradisional.



