Raphinha Terancam Sanksi Larangan Bermain di Liga Champions Usai Laga Kontra Atletico Madrid
Baca dalam 60 detik
- Pemain Barcelona, Raphinha, terancam sanksi dari UEFA setelah melontarkan kritik keras dan menunjukkan gestur provokatif kepada pendukung Atletico Madrid usai timnya tersingkir dari Liga Champions.
- Raphinha menuduh bahwa pertandingan tersebut "dirampok" dan menyebut wasit sengaja tidak memberikan kartu kuning kepada Atletico karena takut Barcelona lolos ke semifinal.
- Atas tindakannya yang mendiskreditkan wasit dan UEFA, ia dapat dikenai hukuman larangan bermain hingga tiga pertandingan di Liga Champions musim depan, mirip dengan hukuman yang pernah diterima Neymar pada 2019.

Bintang Barcelona, Raphinha, kini berada dalam masalah besar dan terancam sanksi berat dari UEFA. Ancaman hukuman ini muncul setelah ia melontarkan komentar pedas dan menunjukkan gestur kontroversial usai timnya disingkirkan oleh Atletico Madrid di ajang Liga Champions dengan agregat kekalahan 3-2 di stadion Metropolitano.
Fakta Kunci Kontroversi Raphinha:
- Komentar "Perampokan": Usai pertandingan, Raphinha secara terbuka mengatakan kepada media bahwa laga tersebut telah "dirampok" dan menuduh keputusan wasit sengaja merugikan Barcelona di kedua leg perempat final.
- Gestur Provokatif: Pemain asal Brasil ini juga tertangkap kamera memberikan gestur provokatif kepada para pendukung Atletico Madrid yang mengisyaratkan bahwa tim tuan rumah akan segera tersingkir di babak semifinal.
- Ancaman Sanksi: Akibat tindakannya yang dianggap mendiskreditkan olahraga dan UEFA, ia berpotensi dijatuhi hukuman larangan bermain hingga tiga pertandingan di Liga Champions musim depan.
Kekecewaan mendalam tampaknya tidak dapat disembunyikan oleh Raphinha. Ia secara terang-terangan menyoroti kinerja wasit yang dinilainya berat sebelah selama pertandingan berlangsung.
"Wasitnya sangat buruk; keputusan yang dibuatnya sulit dipercaya. Atletico melakukan pelanggaran yang tak terhitung jumlahnya, dan wasit bahkan tidak memberi mereka kartu kuning. Saya benar-benar ingin memahami ketakutannya jika Barca sampai lolos ke babak berikutnya," kritik Raphinha dengan tajam.
Potensi Hukuman dan Preseden Kasus Serupa
Berdasarkan laporan dari media Spanyol, MD dan Diario AS, UEFA memiliki aturan ketat terkait kode etik pemain. Berikut adalah rincian potensi sanksi dan preseden hukuman yang pernah dijatuhkan sebelumnya:
| Pelanggaran | Preseden / Potensi Hukuman |
|---|---|
| Kritik Keras Terhadap Wasit & UEFA | Berpotensi diganjar sanksi larangan bermain di 3 pertandingan. Hukuman serupa pernah dijatuhkan kepada rekan senegaranya, Neymar Junior, pada 2019 setelah mengkritik wasit usai PSG disingkirkan Manchester United. |
| Gestur Provokatif ke Penonton | Dapat berujung pada denda finansial atau sanksi tambahan. Sebelumnya, pemain Real Madrid (Mbappe, Ceballos, Bellingham) didenda di stadion yang sama, sementara Antonio Rudiger mendapat sanksi larangan bermain karena gestur 'potong leher'. |
Jika sanksi ini resmi dijatuhkan, Raphinha dipastikan akan melewatkan fase awal kompetisi Liga Champions pada musim mendatang, yang tentunya akan menjadi kerugian tersendiri bagi skuad Blaugrana.



