Kanye West (Ye) Tunda Konser di Marseille Usai Ditolak Wali Kota Akibat Kontroversi Anti-Semit
Baca dalam 60 detik
- Kanye West (YE) mengumumkan penundaan konsernya di stadion Velodrome Marseille, Prancis, yang awalnya dijadwalkan pada 11 Juni 2026.
- Penundaan ini terjadi setelah Wali Kota Marseille dan Menteri Dalam Negeri Prancis menolak keras konsernya akibat rekam jejak pernyataan anti-Semit sang rapper, meski YE mengklaim pembatalan itu sebagai keputusan sepihaknya.
- Kasus ini menyusul batalnya acara Wireless Festival di Inggris karena izin kerja YE ditolak, sementara perhentian turnya di Belanda sejauh ini masih aman dari larangan pemerintah setempat.

Rapper kontroversial Kanye West, yang kini dikenal dengan nama YE, memutuskan untuk menunda jadwal konsernya di Marseille, Prancis. Keputusan ini diambil di tengah gelombang penolakan keras dari tokoh politik setempat terkait rekam jejak pernyataan anti-Semit yang pernah dilontarkannya.
Fakta Kunci Penundaan Konser YE:
- Jadwal Awal: YE dijadwalkan tampil di stadion Velodrome Marseille pada 11 Juni 2026.
- Penolakan Politik: Wali Kota Marseille, Benoît Payan, secara terbuka menolak konser tersebut dengan alasan tidak ingin kotanya menjadi "etalase bagi mereka yang mempromosikan kebencian dan Nazisme yang tak tahu malu."
- Klaim Sepihak: Meski mendapat penolakan keras dari Wali Kota dan Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez, YE menegaskan di media sosial bahwa penundaan ini murni merupakan "keputusan sepihaknya."
Melalui akun media sosial X (sebelumnya Twitter), pelantun lagu "Stronger" tersebut membagikan pengumuman singkat kepada para penggemarnya bahwa acara tersebut tidak akan berjalan sesuai jadwal semula.
"Setelah banyak berpikir dan mempertimbangkan, ini adalah keputusan sepihak saya untuk menunda pertunjukan saya di Marseille, Prancis hingga pemberitahuan lebih lanjut," tulis YE dalam pernyataannya.
Efek Domino Penolakan Konser di Eropa
Penundaan di Prancis ini menambah daftar panjang masalah jadwal tur YE di Eropa. Sebelumnya, keterlibatannya juga memicu pembatalan sebuah festival besar di Inggris. Berikut adalah rangkuman status penampilannya di beberapa negara Eropa:
| Negara / Acara | Status dan Keterangan Terkini |
|---|---|
| Inggris (Wireless Festival) | Batal Sepenuhnya. Rencana YE menjadi penampil utama memicu mundurnya sponsor besar seperti Pepsi dan kecaman dari Perdana Menteri Sir Keir Starmer. Izin kerjanya di Inggris ditolak, menyebabkan seluruh acara dibatalkan. |
| Prancis (Stadion Velodrome) | Ditunda. Menghadapi boikot politik lokal dan nasional, YE memutuskan menunda acara hingga batas waktu yang belum ditentukan. |
| Belanda | Sesuai Jadwal (Sementara). Menteri Suaka dan Migrasi Belanda, Bart van den Brink, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada rencana dari pemerintah untuk melarang rapper tersebut tampil di negara mereka. |
Penolakan beruntun di daratan Eropa ini menunjukkan betapa besarnya dampak jangka panjang dari pernyataan publik sang rapper terhadap kelangsungan karier musik dan tur internasionalnya.



