Nasib Pilu Pak Tarno, Ditipu Orang Kepercayaan hingga Dua Mobil Hilang Tanpa Jejak
Baca dalam 60 detik
- Pesulap legendaris Pak Tarno menjadi korban penipuan oleh mantan manajer dan mantan sopirnya sendiri hingga kehilangan dua unit mobil.
- Kasus pertama melibatkan uang 100 juta rupiah untuk membeli mobil yang dibawa kabur, sedangkan kasus kedua adalah mobilnya yang diam-diam digadaikan oleh sang mantan sopir.
- Akibat kejadian ini, Pak Tarno yang masih dalam masa pemulihan pascastroke kini tidak memiliki kendaraan pribadi sama sekali untuk beraktivitas maupun syuting.

Kabar kurang menyenangkan datang dari pesulap legendaris, Pak Tarno. Di tengah usahanya memulihkan diri pascastroke, ia harus menelan pil pahit lantaran menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya sendiri, yakni mantan manajer dan mantan sopir pribadinya.
Fakta Kunci Kasus Penipuan Pak Tarno:
- Pelaku Orang Dekat: Penipuan ini didalangi oleh mantan manajer yang juga merangkap sebagai sopir, serta beberapa rekanan mereka.
- Kehilangan Kendaraan: Akibat kejadian ini, Pak Tarno kehilangan dua unit mobil miliknya tanpa jejak yang jelas.
- Kondisi Saat Ini: Pak Tarno kini sama sekali tidak memiliki kendaraan pribadi untuk menunjang aktivitas dan pekerjaannya sehari-hari, sehingga harus mengandalkan jemputan saat ada jadwal syuting.
Menurut penuturan manajer Pak Tarno saat ini, Laura, pihak keluarga sebelumnya sudah mencoba menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Namun, iktikad baik tersebut justru diabaikan dan pelaku lari dari tanggung jawab.
Rincian Kasus Kerugian
Kasus penipuan ini terbagi ke dalam dua insiden utama yang menguras harta sang pesulap:
| Insiden | Keterangan & Kronologi |
|---|---|
| Uang Rp100 Juta Dibawa Kabur | Pak Tarno menitipkan uang Rp100 juta kepada mantan manajernya untuk membeli mobil. Namun uang itu dibawa kabur. Pelaku sempat mengklaim sudah mengembalikan Rp30 juta, namun Laura dan Pak Tarno menegaskan tidak menerima uang sepeser pun. |
| Mobil Digadaikan Tanpa Izin | Mantan sopir bernama Alif beserta rekannya diam-diam menggadaikan mobil Pak Tarno ke sebuah dealer di Sunter. Pak Tarno bahkan sempat ditelepon pihak leasing untuk menagih tunggakan yang sama sekali tidak ia ketahui. |
"Pak Tarno ditelepon terus karena mungkin tunggakan, padahal beliau nggak tahu apa-apa karena mengatasnamakan KTP beliau. Sampai sekarang mobilnya nggak tahu ke mana," jelas Laura prihatin.
Meskipun tertimpa musibah bertubi-tubi, Pak Tarno yang irit bicara hanya bisa pasrah. Ia memendam harapan sederhana untuk bisa segera mengumpulkan rezeki dan membeli mobil lagi agar bisa bepergian dengan lancar.



