Prediksi Lawrence Lepard per Maret 2026 ini mencerminkan teori ekonomi Austrian School yang populer di kalangan pendukung Bitcoin. Secara analitis, ketika jumlah uang beredar bertambah secara eksponensial (melalui pencetakan uang oleh bank sentral), nilai unit dari mata uang tersebut menurun. Sebaliknya, aset dengan suplai terbatas seperti Bitcoin cenderung mengalami kenaikan harga dalam denominasi mata uang tersebut.
Di tahun 2026 ini, narasi "Bitcoin sebagai pelindung nilai" (hedge) semakin kuat karena pasar mulai jenuh dengan kebijakan moneter yang berubah-ubah. Target $200.000 mungkin terdengar fantastis, namun Lepard berargumen bahwa arus kas institusional melalui ETF Bitcoin yang sudah mapan akan mempercepat penyerapan suplai yang ada di bursa. Bagi investor, tantangan utamanya adalah volatilitas jangka pendek. Meskipun target jangka panjangnya tinggi, intervensi The Fed seringkali menciptakan guncangan harga sebelum tren naik yang stabil terbentuk. Pandangan Lepard memberikan keyakinan bagi para "HODLers" bahwa fundamental Bitcoin tetap utuh selama bank sentral terus menggunakan pencetakan uang sebagai solusi krisis ekonomi.
โข Proyeksi Harga: $200.000 per BTC.
โข Kondisi Makro: Kembalinya Quantitative Easing (QE) oleh The Fed.
โข Sifat Aset: Kelangkaan Absolut (Hard Money).
โข Korelasi: Bergerak Berlawanan dengan Nilai Dolar (DXY).
Langkah selanjutnya bagi Anda adalah memantau pengumuman FOMC (Federal Open Market Committee) berikutnya; apakah mereka akan benar-benar menurunkan suku bunga atau mengisyaratkan injeksi likuiditas? Apakah Anda ingin saya membantu melacak **data inflasi AS terbaru** untuk melihat apakah prediksi Lepard mulai memiliki dasar yang kuat?




