Ketegangan antara Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dan Anthropic dijadwalkan mencapai puncaknya pada Jumat pukul 17.01 ET, menandai konfrontasi bersejarah mengenai kendali atas implementasi kecerdasan buatan dalam operasi militer global.
Konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan ini berpusat pada tuntutan Pentagon agar Anthropic menghapus batasan etika tambahan pada model AI mereka. Pemerintah menuntut perusahaan untuk menyetujui klausul "penggunaan sah" tanpa batasan spesifik dari pihak pengembang, sementara Anthropic tetap mempertahankan "garis merah" terhadap penggunaan model Claude untuk pengembangan senjata otonom sepenuhnya dan sistem pengawasan domestik. Pentagon, yang baru-baru ini berganti nama menjadi Departemen Peperangan (Department of War) di bawah pemerintahan Trump, menganggap batasan tersebut sebagai hambatan strategis yang tidak perlu bagi pertahanan nasional.
Poin Utama Perselisihan:
- Otonomi Senjata: Anthropic menilai AI saat ini belum cukup andal untuk sistem senjata sepenuhnya otonom tanpa pengawasan manusia, sementara militer menginginkan kebebasan penggunaan teknologi.
- Garis Merah Etika: CEO Anthropic, Dario Amodei, menekankan bahwa AI dapat merusak nilai-nilai demokratis jika digunakan dalam intelijen massal tanpa filter hukum yang kuat.
- Sanksi Bisnis: Pentagon mengancam akan menetapkan Anthropic sebagai risiko rantai pasok, status yang biasanya diperuntukkan bagi entitas dari negara musuh, guna memutus akses perusahaan ke kontraktor besar seperti Lockheed Martin.
Ketegangan ini menunjukkan pergeseran paradigma di mana pemerintah mulai menggunakan instrumen hukum yang agresif, termasuk kemungkinan pemakaian Defense Production Act, untuk memaksa sektor swasta tunduk pada kepentingan pertahanan. Anthropic, yang memiliki nilai kontrak mencapai $200 juta dengan militer melalui Amazon, kini berada dalam posisi terjepit antara menjaga integritas etika atau menghadapi penutupan akses pasar pertahanan AS yang sangat besar.
Secara objektif, hasil dari ultimatum ini akan menentukan standar operasional bagi seluruh laboratorium AI lain seperti OpenAI dan Google dalam berinteraksi dengan militer. Jika Anthropic tunduk, maka kendali atas etika perang AI akan berpindah sepenuhnya dari tangan ilmuwan ke tangan komando militer. Sebaliknya, jika tetap bertahan, industri pertahanan AS mungkin akan menghadapi disrupsi rantai pasok teknologi yang signifikan di tengah perlombaan senjata AI global.




