Komite Tetap legislatif China secara resmi memberhentikan 19 anggota parlemen, termasuk sembilan perwira militer aktif, hanya satu pekan sebelum pembukaan pertemuan tahunan National People’s Congress (NPC).
Pengumuman yang dirilis pada Kamis malam tersebut tidak merinci alasan spesifik di balik pencopotan massal ini, namun langkah tersebut secara luas dikaitkan dengan investigasi korupsi yang sedang berlangsung di tingkat nasional. Di antara mereka yang diberhentikan terdapat dua pejabat di bawah Komisi Militer Pusat—badan militer tertinggi negara—serta perwakilan dari angkatan darat, laut, udara, hingga pasukan roket yang mengawasi arsenal nuklir. Pembersihan ini menyoroti fokus tajam Beijing terhadap reformasi militer di bawah arahan Xi Jinping.
Penyebab Utama Ketegangan:
- Reformasi Militer Strategis: Kampanye anti-korupsi menargetkan militer untuk modernisasi angkatan bersenjata dan reformasi unit pasukan roket yang krusial.
- Konsolidasi Loyalitas: Langkah ini dinilai sebagai upaya Xi Jinping untuk memastikan kesetiaan mutlak di tengah tahun ke-14 kepemimpinannya dengan mengeliminasi potensi hambatan internal.
- Integritas Birokrasi: Pemecatan Menteri Manajemen Darurat Wang Xiangxi dan Presiden Pengadilan Militer menegaskan bahwa penyelidikan merambah lintas sektor pemerintahan.
Meskipun terdapat pengurangan jumlah anggota menjadi 2.878 jiwa, operasional NPC diprediksi tidak akan terganggu secara signifikan. Sebagai lembaga legislatif yang secara tradisional mengesahkan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan oleh Partai Komunis, agenda utama kongres kemungkinan besar akan tetap berfokus pada target pertumbuhan domestik dan penguatan pertahanan nasional. Ke depan, tren pembersihan internal ini diperkirakan akan terus berlanjut sebagai mekanisme rutin dalam menjaga stabilitas kekuasaan jangka panjang.




