Garis Durand kembali menjadi garis api. Serangan udara Pakistan ke Kabul hari ini bukan sekadar insiden militer, melainkan puncak dari kegagalan diplomasi selama bertahun-tahun.
Berdasarkan laporan mendalam dari Al Jazeera, situasi di perbatasan Pakistan-Afghanistan telah mencapai titik didih. Serangan bom yang menghantam pinggiran Kabul merupakan respons drastis Islamabad terhadap serangkaian serangan teror yang melanda provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Pakistan menuduh pemerintah Afghanistan memberikan tempat aman bagi kelompok Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP), sebuah tuduhan yang secara konsisten dibantah oleh Kabul.
Penyebab Utama Ketegangan:
- Sengketa Perbatasan: Garis Durand yang ditarik oleh Inggris pada 1893 tidak pernah diakui oleh pemerintah Afghanistan mana pun, termasuk Taliban, yang menyebabkan bentrokan rutin terkait pemagaran perbatasan.
- Masalah Terorisme: Pakistan mengeklaim TTP menggunakan wilayah Afghanistan sebagai basis peluncuran serangan, sementara Afghanistan menuduh Pakistan gagal mengelola keamanan internalnya sendiri.
- Ketidakstabilan Ekonomi: Kedua negara sedang bergulat dengan krisis ekonomi hebat, yang sering kali mendorong penggunaan retorika nasionalisme dan tindakan militer sebagai pengalihan isu domestik.
Dampaknya bagi warga sipil di kedua sisi perbatasan sangat menghancurkan. Di tahun 2026, ketika dunia seharusnya fokus pada pemulihan global, konflik ini menambah daftar panjang ketidakpastian geopolitik. Komunitas internasional kini mendesak adanya mediasi, kemungkinan melibatkan Qatar atau Tiongkok, untuk mencegah perang skala penuh yang dapat memicu krisis kemanusiaan baru di wilayah yang sudah sangat rapuh tersebut.




