Retorika antara Washington dan Teheran memasuki fase paling berbahaya sejak awal tahun 2026, dengan isu rudal balistik sebagai sumbu utamanya.
Presiden Donald Trump kembali mengguncang panggung geopolitik dengan klaim bahwa intelijen AS telah mendeteksi kemajuan signifikan dalam teknologi rudal Iran. Menurut Washington, Iran bukan lagi sekadar ancaman regional di Timur Tengah, melainkan telah melangkah menuju ancaman global dengan mengembangkan hulu ledak yang mampu melintasi benua.
Poin Utama Perselisihan:
- Klaim AS: Penemuan bukti foto satelit yang menunjukkan modifikasi pada situs peluncuran Semnan untuk mendukung roket yang lebih besar.
- Pembelaan Iran: Menegaskan bahwa program roket mereka sepenuhnya untuk peluncuran satelit komunikasi dan riset ilmiah, yang dilindungi oleh hukum internasional.
- Dampak Ekonomi: Trump mengisyaratkan akan ada gelombang sanksi baru yang menargetkan sektor energi dan transportasi Iran jika program tersebut tidak dihentikan.
Di pihak lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran membalas dengan menyebut pernyataan Trump sebagai upaya pengalihan isu dari masalah domestik AS. Teheran menegaskan bahwa hak mereka untuk mengembangkan teknologi pertahanan adalah harga mati. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran global akan kemungkinan terjadinya konfrontasi fisik jika jalur diplomasi tetap buntu di sepanjang sisa tahun 2026.




