Meksiko baru saja mencatatkan kemenangan simbolis dalam perang melawan narkoterrorisme dengan eliminasi target nomor satu mereka, El Mencho.
Nemesio Oseguera Cervantes bukanlah gembong narkoba biasa; ia membangun CJNG menjadi organisasi paramiliter dengan persenjataan yang menyaingi militer negara. Namun, pada Februari 2026, strategi pertahanannya runtuh di hadapan operasi presisi pasukan khusus. Keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi intelijen lintas batas yang memetakan persembunyiannya melalui pola logistik medis yang ia butuhkan untuk penyakit gagal ginjal yang dideritanya.
Detail Operasi Eliminasi:
- Infiltrasi Zona Hitam: Pasukan elit bergerak pada malam hari menggunakan helikopter dengan kebisingan rendah (stealth-capable) untuk menghindari radar manual kartel.
- Pemanfaatan Kelemahan: Intelijen memantau pergerakan peralatan medis dan dokter spesialis yang dikirim ke pegunungan, yang menjadi petunjuk akurat lokasi El Mencho.
- Konfrontasi Singkat: Berbeda dengan drama penangkapan El Chapo, operasi ini dirancang sebagai eliminasi taktis setelah tim keamanan kartel melakukan perlawanan bersenjata berat.
Meskipun El Mencho telah tewas, tantangan besar menanti pemerintah Meksiko. Sejarah menunjukkan bahwa kekosongan kekuasaan (*power vacuum*) dalam kartel sering kali diikuti oleh gelombang kekerasan yang lebih besar. CJNG kini berada di persimpangan jalan: pecah menjadi faksi-faksi kecil yang saling berperang, atau bersatu di bawah kepemimpinan baru yang mungkin lebih radikal.




