Meskipun Ferrari sering kali mencatatkan waktu tercepat dalam satu putaran (qualifying trim), suasana di dalam paddock Maranello justru diselimuti ketegangan. Analisis terbaru terhadap simulasi jarak jauh (long-run) Max Verstappen telah memicu alarm di seluruh tim teknis Scuderia.
Para pembalap Ferrari dilaporkan merasa sangat khawatir setelah membandingkan data telemetri internal dengan performa Red Bull di lintasan. Fokus utama kekhawatiran ini terletak pada kemampuan mobil Verstappen untuk menjaga temperatur ban dalam kondisi optimal di berbagai rentang tikungan—sebuah area di mana Ferrari masih menunjukkan sedikit ketidakstabilan. Perbandingan ini menunjukkan bahwa meskipun Ferrari memiliki kecepatan, Red Bull memiliki "ketahanan performa" yang jauh lebih menakutkan untuk durasi balapan penuh.
Poin Utama Kekhawatiran Ferrari:
- Degradasi Ban: Red Bull menunjukkan tingkat keausan ban yang hampir nol dalam simulasi balap, sementara Ferrari masih berjuang dengan graining di ban depan.
- Efisiensi DRS: Keunggulan kecepatan puncak Red Bull saat sayap belakang terbuka tetap menjadi misteri teknis yang belum terpecahkan oleh tim rival.
- Konsistensi Verstappen: Kemampuan Max untuk mencatatkan waktu putaran yang hampir identik secara berulang menunjukkan mobil yang sangat "pemaaf" dan stabil.
Fred Vasseur, Prinsipal Tim Ferrari, dikabarkan telah meminta tim desain untuk mempercepat paket pembaruan aerodinamika yang semula dijadwalkan untuk seri Eropa. Tekanan kini berada pada pundak para insinyur untuk memastikan bahwa kelemahan dalam manajemen ban ini tidak membuat mereka kehilangan poin krusial di seri-seri awal musim 2026.
Bagi para penggemar F1, dinamika ini menjanjikan pertarungan strategi yang intens. Jika Ferrari tidak mampu menutup celah performa balap ini, Max Verstappen mungkin akan memulai kampanye juara dunianya dengan dominasi yang sulit dipatahkan sejak balapan pembuka di Melbourne.




